Usai Makan Kerang, Puluhan Warga Rahia Buton Tengah Keracunan

0
1705
Usai Makan Kerang, Puluhan Warga Rahia Buton Tengah Keracunan
Puluhan warga Desa Rahia menjalani perawatan di Pukesmas Rahia Kecamatan Gu, Kabupaten Buteng. (Nirwan/FB.Net)

BUTON TENGAH, SULTRA — Sedikitnya 29 warga Desa Rahia, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) mengalami keracunan. Mereka diduga mengkonsumsi kerang yang diambil dari perairan Wongko, Desa Matawine, Kecamatan Lakudo.

Akibat keracunan itu, 29 warga Rahia dilarikan ke Puskesmas setempat untuk dilakukan perawatan, Sabtu (06/06/2020).

Babinkamtibmas Desa Rahia, Bripka David Kamrin saat dikonfirmasi membenarkan adanya 29 korban keracunan yang dirawat di Puskesmas Rahia, Kecamatan Gu, Kabupaten Buteng.

“Mereka dilarikan ke Puskesmas Rahia sekitar pukul 07.00 Wita,” ujar dia, Sabtu (06/06/2020).

Peristiwa itu bermula pada Jumat (05/06/2020) sore, warga Rahia pergi mencari kerang di perairan Wongko Desa Matawine, Kecamatan Lakudo.

Kemudian pada malam harinya, warga memakan kerang tersebut, selang beberapa jam mereka mulai merasakan pusing, mual, muntah, bibir serta tangan terasa keram.

“Awalnya empat orang warga dilarikan ke Puskesmas. Saat ditangani, pasien terus bertambah menjadi 29 orang,” ungkap David.

Saat ini 29 warga yang keracunan sedang dirawat intensif di Puskesmas Desa Rahia.

“Imbauan saya kepada masyarakat Rahia dan sekitarnya, ini sudan ada contoh. Jadi untuk jangka waktu beberapa hari kedepan tidak lagi mencari kerang, agar tidak ada lagi yang keracunan seperti ini,” imbau David Kamrin.

Sementara itu, Dokter Puskesmas Rahia, Andi Dian Astykasary Nandar mengungkapkan 29 warga yang diduga keracunan kerang itu, tengah dirawat intensif dan diobservasi.

“Untuk sementara kita lakukan observasi. Pasien kita rawat dengan infusan dan obat-obatan sambil kita lihat kalau memang diperlukan rawat inap maka kami akan rujuk ke RS rawat inap. Jadi tergantung kebutuhan pasien masing-masing,” ungkapnya.

Dia mengatakan, saat ini pihaknya sudah mengambil sampel kerang yang disantap para korban dan diserahkan ke Dinas Kesehatan Buton Tengah untuk diuji kandungannya.

“Kerang yang mereka konsumsi sama. Pengambilannya dari Wongko, Desa Matawine,” jelasnya.

Salah satu anggota DPRD Buteng, Laode Alim Alam yang ditemui saat menjenguk puluhan warga yang dirawat, mengaku prihatin atas kejadian ini.

“Mudah-mudahan kedepan kejadian yang sama tidak terulang lagi,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada petugas medis atas kesiapsiagaan dan pelayanan dalam menanggulangi kajadian seperti ini.(*)

Kontributor: Nirwan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here