Unjuk Rasa Mahasiswa IAIN Kendari, Tolak Kedatangan 500 TKA Asal China di Sultra

0
653
Unjuk Rasa Mahasiswa IAIN Kendari, Tolak Kedatangan 500 TKA Asal China di Sultra
Aksi bakar ban mahasiswa IAIN Kendari menolak kedatangan TKA Asal China di Sultra. (Dendi/FB.Net)

KENDARI, SULTRA — Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa IAIN Kendari menggelar aksi unjuk rasa di Gerbang Ranoometo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (22/06/2020).

Aksi digelar dalam rangka menolak kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China.

Dalam aksi tersebut, massa memblokade jalan poros menuju Bandara Haluoleo Kendari.

Jendral Lapangan Aliansi Mahasiswa IAIN Kendari, Beni Putra Lamangga mengatakan, gerakan ini adalah murni dari mahasiswa IAIN Kendari tanpa ada interfensi dari pihak lain.

“Pada dasarnya infestasi kami tidak tolak asalkan untuk kesejateraan rakyat. Tapi ini bertentangan dengan fakta di lapangan, tidak sesuai dengan ketentuan regulasi mengenai syarat penerimaan TKA,” ungkap dia dalam orasinya, Senin (22/06/2020).

Dimana dalam tahapannya, 500 TKA yang akan datang ke Bumi Anoa baru memasuki tahap telex 312. Yang seharusnya, tahapannya ada empat visa yang mesti diselesaikan dan itu harus dibayar terlebih dahulu.

“Telex itu belum masuk pada tahapan terakhir. Tentunya ini melanggar aturan keimigrasian,” kata Beni Putra.

Selain itu, kata Beni Putra, sampai saat ini baik pemerintah, keimigrasian serta pihak PT. VDNI dan PT OSS tidak transparan soal berapa jumlah TKA asal China yang menggunakan visa kunjungan.

Dikatakannya pula langkah Gubernur dan Anggota DPRD Sultra dalam mengambil keputusan dan maklumat dinilainya tidak berdasarkan kepentingan masyarakat.

“Dengan adanya wabah Covid-19, sangat berdampak pada pendapatan masyarakat Sulawesi Tenggara, seharusnya para pejabat memikirkan kondisi masyarakat, 500 TKA yang akan datang itu digantikan oleh 10.000 tenaga kerja pribumi,” ujarnya.

Beni Putra Lamangga mengatakan, demonstrasi yang dilakukan hari ini merupakan langkah awal. Jika pemerintah tetap memaksakan 500 TKA asal China masuk Sultra, mereka akan terus menggelar aksi dan menurunkan massa yang lebih banyak lagi.

“Pada hari Selasa besok, tanggal 23 Juni 2020, kami akan aksi di Bandara Halu Oleo,” tutupnya.(*)

Reporter: Dendi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here