Umar Bonte Sebut Kasus Dugaan Politik Uang Kepsek SD 10 Kabawo Mengendap di Bawaslu Muna

0
2218
Umar Bonte: Untuk Pilkada Muna Survey RE Rendah, RT Peluang 70 Persen Menang
Umar Bonte. (Foto: Ist)

MUNA, SULTRA — Salah seorang Advokat di Sultra, Umar Bonte menyebut Kasus dugaan money politic (politik uang) yang dilakukan oleh Kepala Sekolah Dasar (SD) 10 Kabawo, berinisial KM (50), disinyalir mengendap di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Muna.

Umar Bonte menegaskan kepada pihak Bawaslu Muna agar bekerja profesional menindak tegas sang oknum Kepsek tersebut.

“Pada Pasal 187A ayat (1), Undang-Undang tentang Pilkada, diatur setiap orang yang sengaja memberi uang atau materi sebagai imbalan untuk memengaruhi pemilih maka orang tersebut dipidana penjara paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan, plus denda paling sedikit Rp200 juta hingga maksimal Rp 1 miliar,” jelasnya, pada fokusberita.net saat dihubungi via WhatsAppnya, Minggu (12/12/2020).

Kemudian, lanjut UB, pada Pasal 187A ayat (2), diatur ketentuan pidana yang sama diterapkan kepada pemilih yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum, menerima pemberian atau janji sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

“Bawaslu harus tindak tegas kasus money politik yg dilakukan oknum kepala sekolah itu,” tegasnya.

Sementara itu, Divisi Hukum Penanganan Pelanggaran, dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Muna, Aksar mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah memproses kasus dugaan money politic yang dilakukan oleh Kepala SD 10 Kabawo, berinisial KM.

“Pelapor dan terlapor sudah diklarifikasi. Untuk saksi diundang dua kali klarfikasi tidak hadir,” ungkapnya via WhatsAppnya.

Lanjut dia, setelah dilakukan klarifikasi terhadap pelapor, terlapor dan saksi, nantinya akan digelar kajian. Yang selanjutnya dilaksanakan pembahasan kedua di sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu).

“Dipembahasan kedua ini nanti disimpulkan apakah diteruskan ke tahapan penyidikan atau dihentikan,” terang mantan Ketua PPK Katobu Pilkada 2015 Muna ini.

Diberitakan sebelumnya, Oknum Kepala SD 10 Kabawo Kabupaten Muna inisial KM diduga telah membagi-bagikan amplop yang berisi sejumlah uang kepada warga Dusun Latipoa Desa Lamaeo, Kecamatan Kabawo.

Aksi nekat KM membagikan uang yang disebut serangan fajar tersebut agar warga memilih pasangan calon (Paslon) petahana, Rabu 9 Desember 2020.

Beruntung aksi nekat KM ini terungkap, ia tertangkap tangan oleh Satgas LM Rajiun Tumada-La Pili (RAPI) saat tengah beraksi. Sejumlah amplop berisi uang pecahan Rp50 ribu yang belum sempat dibagikan ke warga ditemukan di badannya.

Saat tertangkap tangan KM tidak bisa berkutik, hal itu lantaran bukti rekaman video berdurasi 0,38 detik ketika dia membagi-bagikan sejumlah uang kepada salah satu warga telah dikantongi Tim Satgas RAPI.

Dalam video tersebut, pria berusia 50 tahun ini juga tak bisa berkelik, dia mengaku bahwa uang tersebut berasal dari Ketua Tim berinisial RS seorang Kepala Dinas (Kadis) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna.

“Saya KM dengan sadar memberikan keterangan, malam ini saya menyerahkan uang kepada masyarakat di Desa Lamaeo sebesar Rp200 ribu dan uang tersebut berasal dari ketua tim kami, Pak RS, untuk memenangkan Rusman Emba-Bahrun Labuta,” ungkap KM, Selasa malam (08/12/2020).

Untuk mengakui perbuatannya, KM pun bertanda tangan pada selembar kertas putih yang bermaterai 6000.(*)

Kontributor: Ros

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here