UB: 20 Tahun Terjajah oleh Pemerintahan, Muna Butuh Kemerdekaan

0
1201
UB: 20 Tahun Terjajah oleh Pemerintahan, Muna Butuh Kemerdekaan
Umar Bonte saat menghadiri kampanye Paslon Nomor 2, Rajiun-La Pili (RAPI) di Kecamatan Watopute, Senin. (Ros/FB.Net)

MUNA, SULTRA — Kader Nasional Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), La Ode Umar Bonte mengungkapkan, sejak 20 tahun yang lalu, masyarakat Kabupaten Muna terjajah oleh pemerintahan oligarki kekuasaan  sehingga Muna saat ini membutuhkan kemerdekaan.

“Demi kesejateraan, solusinya adalah Rajiun Tumada, sosok pemimpin yang punya jiwa membangun. Rajiun pemimpin tegas yang bisa meruntuhkan pemerintahan oligarki kekuasaan,” ungkap dia pada  awak media menghadiri Kampanye calon kepala daerah (Cakada) Rajiun-La Pili (RAPI), Senin (19/10/2020).

Menurut UB sapaan karibnya mengatakan, selama terjajah oleh pemerintah oligarki, selain belum merdeka, pemerataan ekonomi dan kesejahteraan di Muna belum terjadi. Ditambah lagi ketimpangan sosial masih sering terjadi.

“Oleh karena itu, sudah saatnya harus merdeka demi kesejateraan dan pemerataan pembangunan. Utamanya infrastruktur jalan,” ujarnya.

Dalam orasi politiknya pada kampanye Paslon berakronim RAPI di Kecamatan Watopute, UB dengan gamblang mengajak masyarakat jika Muna ingin maju maka tak ada pilihan lain selain memenangkan Paslon Rajiun-La Pili (RAPI).

“Saya datang dari Jakarta membawa mantan pacar saya yaitu istri saya dengan tujuan dan tekat yang kuat, kalau Muna ingin maju, maka kita harus memenangkan Paslon Rajiun-La Pili. Demi kesejateraan rakyat, pada tanggal 9 Desember mendatang Coblos Nomor 2,” ajaknya.

Lanjut UB bahwa Muna sudah saatnya bangkit dan diselamatkan dari kekangan kekuasaan.

“Muna adalah daerah yang plural (majemuk), baik suku maupun agama. Untuk itu pemimpinnya wajib memahami keragaman tersebut. Keberagaman harus dikelola dengan persatuan dan hanya Rajiun yang mampu mengelola keberagaman tersebut,” tuturnya.

Seorang pemimpin, tambah UB sejatinya harus orang yang bisa memahami dinamika dengan persaudaraan. Berbeda politik dan berdinamika itu biasa, tetapi harus tetap menjunjung tinggi rasa persaudaraan. Itulah yang dilakukan oleh seorang Rajiun Tumada.

Ia pun mengimbau pada seluruh Tim Pemenangan RAPI harus bekerja full untuk memenangkan pasangan ini demi kesejateraan.

Dirinya pun rela meninggalkan kekaderan dari PDIP dan turun langsung untuk membantu memenangkan RAPI, karena optimis pasangan Cakada Nomor 2 ini menjadi pemenang di Pilkada Muna 2020.

“Muna harus di RAPI kan, Muna harus keluar dari pemerintahan kekuasaan ologarki dan Muna harus merdeka demi kesejateraan. Untuk meruntuhkan semua itu, Rajiun-La Pili yang harus menjadi Bupati Muna 2021-2026 dan siap kita menangkan,” ungkapnya.

“Rajiun saja rela meninggalkan jabatan Bupatinya yang lagi 1,5 tahun, rela meninggalkan semua fasilitas yang dimilikinya demi memenuhi keinginan rakyat yang membutuhkan perubahan.
Rajiun saja rela meninggalkan segala yang dimilikinya demi kesejatraan Rakyat Muna, kenapa kita tidak bisa,” tutupnya.(*)

Kontributor: Ros

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here