Tutup Kasus ASN yang Ikut Polling Pilkada, Bawaslu Muna Akan Dilapor ke DKPP

0
873
Tutup Kasus ASN yang Ikut Polling Pilkada, Bawaslu Muna Akan Dilapor ke DKPP
Rahman. (Foto: Ist)

MUNA, SULTRA — Diduga ada ketidaknetralan Bawaslu Muna dalam menangani Aparatur Sipil Negara (ASN), pasalnya terdapat laporan beberapa ASN pada Kamis 09 September 2020 lalu, yang mengikuti polling Calon Bupati dan Wakil Bupati Muna di grup Facebook sampai saat ini tidak ditindaki secara serius.

Padahal, dalam laporan tersebut terdapat juga beberapa Kepala Dinas (Kadis) dan Staf Bawaslu sebagai pelapor.

Hal tersebut diungkapkan Rahman, salah satu pelapor pada sejumlah awak media di Muna, Jumat (18/09/2020).

“Kami sangat kecewa dengan penanganan pelanggaran ASN ini. Setidaknya laporan yang masuk dijadikan petunjuk awal. Jangan mentang-mentang banyak Kadis dan ada Staf Bawaslu serta keluarga yang dilaporkan, malah laporan ini dicari-carikan alasannya untuk ditutup,” ungkapnya.

Menurut dia, Bawaslu Muna kerap bersembunyi dibalik alasan-alasan formal. Hal itu terlihat setelah dia melaporkan kembali nama akun yang berbeda. Namun, Bawaslu menggeneralisir bahwa laporan tersebut sama.

“Kasus ini didepan mata. ASNnya nyata, Kadis bahkan Staf Bawaslu sendiri ikut polling Calon Bupati dan Wakil Bupati Muna. Apalagi ada beberapa keluarga penyelenggara sendiri dalam laporan tersebut. Bahkan sampai saat ini ada beberap Kabid masih genit bahas politik di medsos dan itu dibiarkan. Contohnya Kabid di Diknas. Seharusnya info yang masuk dijadikan petunjuk untuk temuan,” beber Rahman.

Rahman menegaskan bakal melaporkan tindakan Bawaslu Muna tersebut ke DKPP. Hal ini dilakukan agar jadi pelajaran untuk bersikap profesional dan menjunjung tinggi netralitas Penyelenggara Pemilu.

“Saya akan laporkan pihak yang menangani pelanggaran ini ke DKPP,” tandasnya.

Untuk diketahui, Rahman melaporkan beberapa akun Kadis, Staf Bawaslu dan ASN lainnya yang ada di Kabupaten Muna lantaran telah mengikuti polling pemilihan calon Bupati dan Wakil Bupati Muna ke Bawaslu Muna.

Namun kejadian tersebut tidak membuat Bawaslu Muna memprosesnya dengan serius. Bawaslu menutup kasus ini dengan dalih tidak cukup minimal dua bukti.(*)

Kontributor: Ros

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here