Terkait Uang Pemondokan, Begini Penjelasan Disdikbud Konsel

0
582
Terkait Uang Pemondokan, Begini Penjelasan Disdikbud Konsel
Seketaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konsel, Hasim Amir S.Pd. (Ricky/FB.Net)

KONAWE SELATAN, SULTRA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), menepis adanya isu yang beredar soal belum adanya kepastian dana pemondokan.

Sekretaris Disdikbud Konsel, Hasim Amir S.Pd menjelaskan bahwa pihaknya mendapat perintah langsung dari Bupati Konsel untuk melakukan pendataan mahasiswa mahasiswi yang sedang aktif kuliah.

“Untuk pengumpulan data sudah selesai, adapun kriteria yang mendapatkan biaya pemondokan mahasiswa yaitu dia harus warga yang berdomisili di Konsel, orang tuanya bukan ASN, mempunyai keterangan aktif kuliah, mempunyai Kartu Mahasiswa dan Kartu Keluarga (KK),” jelasnya, Selasa (11/08/2020).

Saat ini pihaknya juga sudah menerima data tersebut,  dan telah input. Selanjutnya akan diserahkan ke bupati.

“Kalau pastinya bahwa itu mau pemondokan atau seperti apa saya belum bisa pastikan, kita belum tau karena kita hanya diperintah untuk melakukan itu,” sambungnya.

Adapun nominal biaya yang akan diberikan kepada mahasiswa yang akan mendapatkan dana tersebut untuk sementara ini belum dapat ia sebutkan.

“Kami belum bisa menyebutkan nominal yang akan diberikan, karena belum ada kejelasan, artinya belum ada juga data yang diminta untuk itu. Kita juga belum tau karena perintah langsung oleh pak Bupati,” kata Hasim.

Kemudian bagi yang akan mendapatkan biaya nantinya, tambah Hasim, bukan hanya mahasiswa yang kuliah di Sultra, melainkan mereka juga yang berada di luar Sultra. Asalkan berdomisili di Konsel.

“Makanya keterangan aktif kuliahnya kita minta yang aslinya,” imbuhnya.

Terkait jumlah mahasiswa keselurhan yang akan mendapatkan dana ini belum dikatahui, namun sejauh ini pihaknya telah meminta data perkecamatan, lengkap dengan alamatnya sesuai KTP dan dibuatkan rekapitulasinya.

“Misalnya Kecamatan Kolono berapa, dan kecamatan lainnya juga berapa. Jumlah yang akan mendapatkan saya lihat banyak. Untuk pengumpulan datanya kami tidak buat bertahap, langsung satu kali. Untuk saat ini kami sudah tutup,” pungkasnya.(*)

Kontributor: Ricky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here