Tenaga Kesehatan yang Berstatus PTT Layak Diangkat Jadi PNS

0
1694

MUNA, SULTRA — Guna memaksimalkan layanan kesehatan terpadu bagi masyarakat, Pegawai Tidak Tetap (PTT) dikontrak oleh pemerintah dan disebar di seluruh pelosok negeri, begitupun di Kabupaten Muna tersebar PTT sejak 2012.

Pada tahun 2017, pemerintah Republik Indonesia telah mengangkat seluruh tenaga kesehatan PTT sebanyak 49.433 menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mereka terdiri dari Bidan PTT sebanyak 42.245, Dokter PTT 1.984 dan Dokter gigi PTT 904.

Pengangkatan tersebut tidak lain sebagai bentuk apresiasi kepada tenaga kesehatan PTT yang memberikan kontribusi cukup besar untuk pembangunan terutama di bidang kesehatan.

Nasib baik tersebut tidak menghampiri tenaga kesehatan yang lain, yaitu perawat, analis, Kesling (Kesehatan Lingkungan), gizi, Apoteker. Padahal mereka memiliki SK sama yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan.

Dirasa tidak mendapat perhatian dari pemerintah, eks PTT membuat forum bernama Pensus DTPKI (Penugasan Khusus Daerah Tertinggal Perbatasan Kepulauan Indonesia) untuk menyuarakan tuntutan mereka agar diangkat menjadi PNS layaknya Dokter dan Bidan PTT.

“Saya sangat menyayangkan sikap pemerintah yang tidak memperhatikan nasib kami para eks PTT ini, padahal apa yang sudah kami kontribusikan untuk negeri ini bukan main-main, apalagi di bidang kesehatan di pelosok Kabupaten Muna ini,” ucap Ketua Forum Pensus DTPK Kabupaten Muna, Laode Zalino, Sabtu (12/09/2020).

Untuk itu, lanjutnya, dalam waktu dekat ini Pensus DTPK eks PTT di seluruh Indonesia akan melakukan langkah-langkah terkait harapan mereka, yaitu PNS.

“Insha Allah dengan adanya forum Pensus DTPK ini kami bisa menjembatani ribuan harapan eKS PTT se Indonesia,” lanjutnya.

Diwawancarai terpisah, Anggota Pensus DTPK, Laode Rahmat Riwaul Hamdi, juga menegaskan bahwa mendukung penuh perjuangan ini.

“Saya harap dengan forum ini kami bisa terangkat menjadi PNS seperti halnya Dokter dan Bidan PTT kemarin karena berdasarkan SK kami memiliki SK yang sama,” tuturnya.(*)

Kontributor: Mirad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here