Temuan Kecurangan Diduga Konspirasi TSM, Ketua Bawaslu Muna Diberi Hadiah Keranda Mayat oleh Pendemo

0
4299
Temuan Kecurangan Diduga Konspirasi TSM, Ketua Bawaslu Muna Diberi Hadiah Keranda Mayat oleh Pendemo
Aksi bakar ban dan penyerahan keranda mayat warnai unjuk rasa di depan kantor Bawaslu Muna. (Ros/FB.Net)

MUNA, SULTRA — Lagi, massa yang tergabung dalam Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) berunjuk rasa di Kantor Bawaslu Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (21/12/2020).

Dalam aksinya, Pospera kembali membeberkan temuan kecurangan yang diduga terkonspirasi, tersistematis dan massif, bahwa ada kecurangan penyelenggara yang tersusun rapi.

Massa aksi membawa keranda mayat sebagai bentuk hadiah untuk Ketua Bawaslu Muna.

Menurut Koordinator Aksi, Ilham Malik, pemberian hadiah tersebut merupakan simbol bahwa kinerja Bawaslu tumpul, seperti kambing ompong, tidak netral dan berkonspirasi memihak pada pasangan calon (Paslon) Nomor Urut 1 yakni RE-BL.

“Sebagai penyelenggara, Bawaslu terkesan sebagai tim sukses Paslon Nomor 1 dan bekerja untuk memenangkannya,” katanya dalam orasi, Senin (21/12/2020).

Hal ini dibuktikan Ketua Bawaslu Abzal Naim cs, tidak bisa memberikan jawaban pertanyaan massa aksi terkait temuan Bawaslu sebagai penyelenggara Pilkada serentak 9 Desember 2020 lalu.

“Bawaslu menutup mata atas kejanggalan- kejanggalan serta temuan kecurangan di 401 TPS,” ungkap Malik.

Orator lainnya, Misra mengungkapkan, konsistensi terhadap kesepakatan hearing bersama Bawaslu dengan Pospera Muna yang digelar lima hari lalu, tepatnya Rabu 16 Desember 2020 soal bocornya laporan pihak RAPI ke publik dilanggar oleh Bawaslu Muna.

“Ironisnya lagi, semua laporan temuan kecurangan Terstruktur, Sistematis dan Massif (TSM) yang kami masukan disertakan bukti-bukti, seperti dokumen, video, saksi atau surat pendukung lainnya serta ada bukti yang menjelaskan adanya kecurangan TSM tidak diproses,” ungkapnya.

“Bukti pendukung yang kami masukan lebih dari satu bukti. Ada video, gambar, surat atau lainnya yang dapat mendukung bahwa sebuah kejadian itu sudah terjadi,” bebernya.

Akibatnya munculah mosi tidak percaya kepada kinerja Bawaslu Muna.

Amatan media, massa yang meluapkan kemarahannya membakar keranda mayat dan ban di depan Kantor Bawaslu Muna untuk dihadiahkan kepada Ketua Bawaslu. Aksi lempar batu pun sempat terjadi.

Sehingga benturan nyaris terjadi antara aparat keamanan dengan massa pengunjuk rasa. Beruntung kericuhan dapat diredam oleh aparat kepolisian yang mengawal jalannya demonstrasi.(*)

Kontributor: Ros

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here