Tahun ini, Desa Ambesea Konsel Kecipratan BSPS dari Dana Aspirasi DPR RI Ridwan Bae

0
774
Tahun ini, Desa Ambesea Konsel Kecipratan BSPS dari Dana Aspirasi DPR RI Ridwan Bae
Asnawi Taridala. (Foto: Ricky/FB.Net)

KONAWE SELATAN, SULTRA — Tahun ini, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), bakal kecipratan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang diadakan melalui dana Aspirasi Anggota DPR RI Komisi V, Ridwan Bae.

Salah satu desa di Konsel yang akan mendapatkan bantuan tersebut yakni Desa Ambesea, Kecamatan Laeya.

Asnawi Taridala selaku tokoh masyarakat Desa Ambesea mengapresiasi masuknya bantuan BSPS dana Aspirasi Ridwan Bae tersebut.

“Program bantuan BSPS untuk tahun anggaran 2020 ini masih dalam tahap verifikasi proposal dan kelengkapan administrasi, menurut info yang saya peroleh,” ungkapnya, Kamis (14/05/2020).

Dikatakannya bahwa untuk Desa Ambesea akan memperoleh 20 unit, kemudian untuk tiga kecamatan di Konsel kurang lebih 60 unit.

Berita Terkait : Selain BSPS, Desa Ambesea Dapat Bantuan Revitalisasi Pasar Desa dari Dana Aspirasi Ridwan Bae

Adapun jumlah bantuan yang akan diterima setiap KK calon penerima sebesar Rp17,5 juta. Rp15 juta untuk pembelian material bangunan dan Rp2,5 juta untuk tambahan biaya upah tukang.

“Ini adalah suatu hal yang baik karena mengingat masih banyak masyarakat, khususnya di Desa Ambesea kurang lebih 40 persen memiliki rumah belum layak huni,” katanya.

“Harapan saya kalau bisa di dengar oleh anggota DPR RI selain pak Ridwan Bae yaitu anggota DPR yang berasal dari Sulawesi Tenggara agar lebih aktif lagi memperhatikan masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Komisi V DPR RI, Ashri Salam, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

“Terkait BSPS benar, bahwa beberapa desa di Sulawesi Tenggara yang masuk program tersebut atas usulan kami,” ungkap dia via WhatsAppnya.

“Iya, termasuk Desa Ambesea,” imbuhnya.

Lanjut dia jika berdasarkan scedule, mestinya progres kegiatannya sudah terlihat, namun saat ini masih situasi pandemi Covid, sehingga scedulenya tidak tepat waktu.

“Kalau tidak salah sekarang fase penyusunan proposal. Sebenarnya yang lebih paham teknis adalah para fasilitator dan pejabat kegiatan, kami hanya sebagai lembaga mitra dan pemilik aspirasi,” tutupnya.(*)

Kontributor: Ricky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here