Soal Kedatangan TKA China di Kota Kendari, Begini Penjelasan Kapolda Sultra

0
484
Soal Kedatangan TKA China di Kota Kendari, Begini Penjelasan Kapolda Sultra
Kapolda Sultra, Brigjen Pol Drs. Merdisyam, M.Si, menggelar Press Conference di Media Centre Bid Humas Polda Sultra. (Foto: Istimewa)

KENDARI, SULTRA – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigjen Pol Drs. Merdisyam, M.Si, akhirnya angkat bicara soal kedatangan 49 TKA asal China ke Kota Kendari, Sultra. Kapolda menjelaskan bahwa kedatangan WNA China dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia G-696 di Bandara Haluoleo, pada Minggu (15/03/2020), berdasarkan informasi awal dari pihak otoritas bandara dan Danlanud Haluoleo.

“Bahwa benar WNA China datang dari Jakarta dan dilengkapi visa serta Medical Certificate dan Healt Alert Card (HAC) yang merupakan persyaratan masuk bagi OA ke Indonesia,” jelasnya dalam Press Conference yang bertempat di Media Centre Bid Humas Polda Sultra, Selasa (17/03/ 2020).

Informasi yang didapatkan dari otoritas bandara, kata Kapolda, hanya dapat menjelaskan terkait asal keberangkatan WNA tersebut karena Bandara Haluoleo merupakan bandara domestik nasional yang tidak terdapat pemeriksaan keimigrasian pada kedatangan.

“Tujuan kedatangan WNA China ke KendariĀ  tersebut adalah ke perusahaan VDNI di Kabupaten Konawe, hal tersebut juga dibenarkan oleh pihak perusahaan dan menjelaskan bahwa WNA yang masuk bukan TKA baru yang berasal dari China. Keberangkatan mereka keluar adalah mengurus visa dan perpanjangan izin kerja, hal tersebut disebabkan karena adanya pemberhentian penerbangan dari China sejak bulan Februari,” kata Kapolda.

Terkait dengan penerbitan jenis visa adalah merupakan kewenangan dari pihak imigrasi. Serta mengenai pemberian izin kerja TKA tersebut merupakan kewenangan dari Kementerian Tenaga Kerja. Dan instansi masing-masing mempunyai kewenangan melakukan pengawasan sesuai dengan peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

Dan setelah hal tersebut, pada malam harinya pihaknya bersama Forkompimda dipimpin Gubernur Sultra mengadakan rapat lanjutan untuk membahas permasalahan awal datangnya WNA China ke Kendari.

“Dan hasil dari rapat tersebut dilakukan karantina terhadap para WNA tersebut sebagai langkah antisipasi virus Corona (Covid-19),” terang Kapolda.

Diberitakan sebelumnya, warga Sultra digegerkan dengan beredarnya video berduasi 58 detik yang menunjukkan puluhan TKA asal China tiba di Bandara Haluoleo Kendari, Minggu malam (15/03/2020).

Dalam video tersebut, puluhan TKA itu mengenakan masker. Seseorang yang diduga mengambil video tersebut juga menyebutkan bahwa puluhan TKA itu adalah pembawa virus Corona yang baru datang dari China. Video itupun viral di media sosial.

TIM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here