Sikapi Bantahan Notaris Yani Kalimuddin Terhadap Kliennya, Kadir Ndoasa: Keadilan yang Berselimut Tabir, Negara Tak Akan Membiarkan

0
363
Sikapi Bantahan Notaris Yani Kalimuddin Terhadap Kliennya, Kadir Ndoasa: Keadilan yang Berselimut Tabir, Negara Tak Akan Membiarkan
Maya Latif dan suaminya Sofyan berfoto bersama kuasa hukum Kadir Ndoasa SH. (Foto: Ist)

MUNA, SULTRA — Menyikapi bantahan Notaris Ahmad Yani Kalimuddin pada salah satu media online pekan lalu yang mengatakan Maya Latif dan suaminya Sofyan datang ke Kantor Notaris Yani Kalimuddln untuk merubah akta sahamnya, seorang praktisi hukum Kadir Ndoasa SH yang juga Lawyer dari Maya Latif, angkat bicara.

Ia mengungkapkan tabir keadilan yang terselubung, negara tidak akan membiarkannya.

“Negara tidak menginginkan itu. Keadilan itu harus diungkapkan dan dibuka. Untuk membuka tabir tersebut ya ke ranah hukum. Yang membuat terang adalah Polisi,” ungkap Kadir Ndoasa dalam jumpa persnya, Rabu (29/07/2020).

Saat ditanya bagaimana seandainya Notaris Yani Kalimuddin melapor balik, Kadir Ndoasa mempersilahkannya.

“Jika merasa tidak bersalah, silahkan. Dasar kami melapor ke Polda Sultra karena Yani Kalimuddin mengakui Akta 2016 yang dimaksud adalah produknya dia. Klien saya juga sudah siap dengan bukti-bukti yang ada untuk membuat terang laporannya benar atau tidak benar,” ungkapnya.

Dikatakan sebagai seorang praktisi hukum dalam memberikan pendampingan hukum tidak serta merta menerima perkara tersebut walaupun pihaknya dibayar.

“Kami punya pertimbangan obyektif dan subyektif dalam menerima suatu perkara. Arahnya kemana dan seperti apa. Saya tegaskan klien saya Maya Latif dan suaminya tidak pernah menandatangani Kantor Notaris Yani Kalimuddin pada tahun 2016 untuk mengubah akta saham miliknya dan memberikannya pada orang lain,” ucap Kadir.

Menurutnya, untuk mengubah akta suatu saham atau pengalihan saham suatu perusahaan ada mekanismenya. Tidak bisa melakukannya sendiri. Ada yang namanya undangan rapat untuk para pemegang saham. Kemudian pasti ada notulen rapat,daftar hadir dan dokumentasi.

“Dasar dari itu semua yang dibawa kepada notaris. Dan notaris lah membuat suatu akta sesuai keinginan oleh pemegang saham,” tutur Kadir.

Dijelaskannya dalam tindak pidana pemalsuan surat, untuk dapat mengetahui keaslian tanda tangan dalam surat pernyataan kepemilikan akta, perlu dilakukan pengujian dibagian laboratorium forensik kriminalistik di Kepolisian Daerah setempat.

“Adapun dokumen yang diuji adalah antara lain dokumen asli yakni Akta 2016 yang dimaksud akan dibandingkan dengan dokumen lain yang memuat tanda tangan klien saya,” jelasnya.

“Selain itu, untuk dapat membuktikan laporan kepolisan yang dilaporkan klien saya harus didukung alat bukti kuat. Dan Klien saya punya bukti kuat untuk membuktikan laporannya benar atau tidak,” pungkasnya.(*)

Kontributor: Ros

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here