Sejumlah Tambang Galian C Bermasalah, DPM-PTSP Kabupaten Muna Didemo

0
821
Sejumlah Tambang Galian C Bermasalah, DPM-PTSP Kabupaten Muna Didemo
Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Kabupaten Muna menyerahkan berkas pengaduan kepada Kasat Reskrim Polres Muna. (Ros/FB.Net)

MUNA, SULTRA — Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Kabupaten Muna, menggelar unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Kabupaten Muna, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) dan Polres Muna, Senin (20/07/2020).

Aksi digelar lantaran sejumlah tambang galian C di Kabupaten Muna diduga bermasalah, tidak mengantongi izin pertambangan dan tidak sesuai dengan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

Koordinator Lapangan Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Kabupaten Muna, Yogi Mengko SH mengungkapkan, sesuai hasil investigasi yang dilakukan pihaknya, sebagian besar tambang galian C di Muna diduga tidak memiliki dokumen lengkap sehingga pemerintah daerah harus mengambil langkah tegas terhadap perusahaan tambang yang tidak berizin.

“Apalagi kami mendengar informasi bahwa tambang galian C yang berada di Desa Wapuale, Kecamatan Parigi, diduga milik salah seorang pejabat pemerintah daerah Kabupaten Muna bahwa dugaan kami tambang tersebut tidak memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) maupun Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP),” teriaknya dalam orasinya saat menggelar aksi di Kantor Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Senin (20/07/2020).

Berita Terkait: Pemerintah Diminta Tindak Tegas Penambang Galian C Ilegal di Muna

“Ini merupakan sebuah kekeliruan besar yang mestinya masyarakat diberi contoh yang baik,” tambahnya.

Puas menyampaikan orasinya, massa aksi diterima oleh Ojo, Kepala Seksi Bidang Perizinan Dinas Penanaman Modal dan PTSP. Dikatakannya, sejak kewenangan pertambangan ini ada di provinsi, Dinas Penanaman Modal dan PTSP tidak leluasa lagi bertindak. Sangat terbatas kewenangan mereka saat ini untuk menindak pihak-pihak atau perusahaan pertambangan.

“Kewenangan kami hanya merekomendasikan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP). Jika itupun ada, rekomendasi dari Dinas ESDM Provinsi,” katanya.

“Akan tetapi sampai saat ini belum ada rekomendasi WIUP tentang galian C. Yang kami tahu di Muna baru satu yang memiliki izin,” ungkapnya.

Terpisah, Kapolres Muna melalui Kasat Reskrim IPTU Hamka, SH, MH mengatakan telah terima aduan ini.

“Selanjutnya kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, segera memanggil seluruh yang terlibat dalam penambangan tersebut,” pungkasnya.(*)

Kontributor: Ros

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here