Salah Seorang Aparat Desa Laeya Polisikan Akun Apri Saputra

0
1787
Salah Seorang Aparat Desa Laeya Polisikan Akun Apri Saputra
Sabir saat melaporkan pemilik Akun Facebook bernama Apri Saputra di Mapolda Sultra. (Foto: Ricky/FB.Net)

KONAWE SELATAN, SULTRA — Usai menyebarkan informasi hoax dan mencemarkan nama baik salah seorang aparat Desa Laeya bernama Sabir di media Sosial (Facebook), pemilik Akun Apri Saputra harus berhadapan dengan hukum setelah dilaporkan di Mapolda Sultra.

Laporan tersebut diterima langsung oleh personel piket Brigadir Alfonsius Malli Ba Dit Reskrimsus Polda Sultra, Sabtu (23/05/2020).

“Hari ini saya mewakili aparat Desa Laeya melaporkan pemilik akun bernama Apri Saputra atas pencemaran nama baik dalam sebuah status di media sosial (Facebook),” kata Sabir kepada wartawan.

Apri Saputra diketahui telah membuat sebuah status melalui Facebook yang bertuliskan “Himbauan utk Pemerintah. Konsel…terjadi di Desa Laeya.. penerima BLT…Tahap 2.. Sempat Aparat Desa Laeya. Meminta Kpd masyarakat uang 20 ribu (pungli) supaya dikasi uang 60 ribu. Aparat apa ini”.

Menurut Sabir bahwa status yang dibuat oleh Akun Apri Saputra itu hoax dan telah mencemarkan nama baik aparat Desa Laeya.

Dijelaskanya bahwa terkait penerima tahap kedua di Laeya bukanlah BLT yang bersumber dari Dan Desa (DD) melainkan Bantuan Sosial Tunai (BST) yang bersumber dari Kementerian Sosial.

“Bukan BLT tapi BST, sementara BLT baru Kamis lalu kami bagikan dan kalau BST tersebut bukanlah pemerintah desa yang menyalurkan melainkan diserahkan oleh petugas Pos Terdekat yakni Kantor Pos Puungaluku,” jelasnya.

Kemudian, terkait tuduhannya bahwa aparat desa meminta uang kepada penerima BST itu bukanlah aparat Desa, melainkan permintaan penerima BST sendiri saat akan menerima uang BST karena saat penyaluran bertepatan dengan waktu berbuka puasa, sehingga penerima berinisiasi untuk menyiapkan buka puasa bersama dengan cara mereka mengumpulkan uang secara ikhlas.

“Tidak pernah aparat meminta uang kepada masyarakat sebanyak Rp20 ribu agar dapat BST, karena data penerima BST itu langsung dari Kementerian dan Pos yang menyalurkan, dan uang yang dikumpulkan tersebut tidaklah dipatok karena penerima sendiri yang mengumpulkan untuk biaya buka bersama saat penyaluran. Namun bukan aparat yang meminta,” ungkapnya.

Berikutnya terkait tuduhannya juga yang mengatakan bahwa aparat mengiming-imingi masyarakat dengan cara meminta uang agar dapat BST yang anggarannya dia (Apri Saputra) katakan sebanyak Rp60 ribu, itu juga sangat tidak benar.

“Saya tegaskan bahwa daftar penerima BST itu langsung ditetapkan oleh Kementerian, bukan wewenang kami, dan saat penyaluran turut dihadiri oleh Pemerintah Kecamatan Laeya, dan tidak ada potongan sepeserpun. Karena yang menyalurkan adalah pos dan saya bisa tunjukkan semua data-datanya,” tambahnya.

Ditanya terkait besaran yang diterima oleh penerima BST, sabir mengaku sebanyak Rp600 ratu ribu dan bukan Rp60 ribu.

“Kita berharap pihak Kepolisian dalam hal ini Polda Sultra segera menindaklanjuti apa yang menjadi aduan kami,” pintanya.

Untuk diketahui, jumlah penerima BST berdasarkan data dari Kementerian Sosial melalui Kantor Pos Sebanyak 101 Kepala Keluarga.(*)

Kontributor: Ricky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here