Ratusan Orang Hadiri Istighotsah Kubro dan Seminar Menyikapi Wabah Virus Corona di JIC

0
188
Ratusan Orang Hadiri Istighotsah Kubro dan Seminar Menyikapi Wabah Virus Corona di JIC
Kegiatan Istighotsah Kubro dan Seminar Menyikapi Wabah Virus Corona (Covid-19) di Ruang Serba Guna (H. Sutiyoso) JIC. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Jakarta Islamic Centre (JIC) dan PCNU Jakarta Utara dengan lembaga-lembaga dan banom-banomnya menyelenggarakan kegiatan Istighotsah Kubro dan Seminar Menyikapi Wabah Virus Corona (Covid-19) yang dihadiri ratusan orang di Ruang Serba Guna (H. Sutiyoso) JIC, Sabtu pagi (07/03/2020). Acara dimulai dengan Istihghotsah Kubro yang dipimpin oleh KH Nasihin Zain.

Dalam sambutannya, Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan JIC, H. Rakhmad Zailani Kiki mengatakan, kegiatan ini diadakan bersama PCNU Jakarta Utara karena Virus Corona telah menimbulkan ketakutan dan kepanikan di tengah-tengah masyarakat setelah Presiden H. Jokowi mengumumkan bahwa Virus Corona telah masuk di Indonesia dan telah menginfeksi beberapa orang.

“Banyak orang yang karena takut dan panik memborong kebutuhan pokok dan masker sehingga merugikan masyarakat banyak. Karenanya, melalui Istighotsah kubro dan seminar ini, masyarakat, umat, perlu ditentramkan pikiran dan jiwanya serta diluruskan pemahamannya terlebih ada ratusan hoax tentang Virus Corona yang beredar di masyarakat yang menjadi pemicu utama ketakutan dan kepanikan ini,” ujarnya, Sabtu (07/03/2020).

Selaku narasumber seminar, dr. Rheza Maulana Syahputra, BmedSc (Hans)., MM., MARS, dari Lembaga Kesehatan PBNU menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu panik terhadap Virus Corona (Covid-19) dikarenakan tingkat kematian dari virus ini masih rendah dibandingkan dengan virus-virus berbahaya lainnya, seperti Virus Sars dan Mers.

”Tingkat kematian dari Virus Corona (Covid-19) itu hanya dua sampai tiga orang dari seratus orang yang terkena Virus Corona dan yang meninggal itu yang sudah berusia lanjut dengan penyakit bawaan. Dibandingkan dengan tingkat kematian dari Virus Sars dan Mers dengan tingkat kematian sampai puluhan orang dari seratus orang yang terkena Virus Corona,” urainya.

Diulas juga oleh dr. Rheza bahwa penyakit menular yang justru berbahaya lainnya yang ada di Indonesia adalah TBC (Tuberkulosis) yang penderitanya harus terus-menerus minum obat selama berbulan-bulan. Sedangkan penderita Virus Corona hanya memerlukan peningkatan imunitas tubuh agar tubuh dapat pulih kembali.

Karenanya, dia mengimbau agar para peserta, masyarakat, memperhatikan asupan makanannya yang dapat menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh, tidak harus mengkonsumsi jahe dan kunyit;

“Kemudian istirahat yang cukup, olah raga, jaga kebersihan diri dan lingkungan serta tentu saja ibadah salat wajib, salat malam, dzikir, seperti Istighotsah yang dapat menentramkan pikiran dan jiwa sehingga pikiran menjadi tenang. Karenanya pikiran yang tidak tenang, cemas, malah dapat berefek pada kesehatan tubuh,” kata dr. Rheza.

Sedangkan sarasumber lainnya, praktisi hukum, H. Erwin Haslam, SH., MH menyoroti fenomena borong dan penimbunan bahan pokok dan masker serta penyebaran berita hoax terkait Virus Corona yang dapat dijerat oleh hukum.

“Pelakunya dapat dipidana. Bukan itu saja, siapa saja yang menyembunyikan penderita Virus Corona dapat terjerat hukum. Karenanya, jika ada keluarga atau siapa saja yang menderita Virus Corona harus segera dilaporkan, jangan disembunyikan,” ujar H. Erwin yang juga merangkap sebagai Ketua LPBH PCNU Jakarta Utara.

Pada kesempatan ini juga dilakukan Launching Celengan Koin NU Peduli-NU Care Lazisnu Jakarta Utara oleh Ketua PCNU Jakarta Utara, KH Agus Muslim, M.Pd.

”Harapannya dengan celengan NU Peduli ini akan menjadi kemanfaatan yang lebih besar untuk mengatasi persoalan sosial keumatan,” ujarnya.(**)

RED

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here