Praktisi Hukum Duga Ada Pembiaran dari Pemerintah Terkait PT. Merbau

0
359
Praktisi Hukum Duga Ada Pembiaran dari Pemerintah Terkait PT. Merbau
Direktur Pascasarjana Universitas Sulawesi Tenggara Dr. LM. Bariun, SH.,MH. (Ricky/FB.Net)

KONAWE SELATAN, SULTRA — Praktisi Hukum Dr. LM. Bariun, SH., MH menyebut ada dugaan pembiaran yang dilakukan oleh Pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) terkait Perusahaan PT. Merbaujaya Indahraya yang belum mengantongi Izin Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dari OSS.

“Pemerintah tidak boleh membiarkan begitu saja perusahaan yang dinilai membandel dan melanggar ketentuan hukum itu, karena bisa saja ada dugaan terjadi kolaborasi atau kerjasama terhadap perbuatan yang melawan hukum,” kata LM. Bariun melalui sambungan teleponnya, Senin (08/06/2020).

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Konsel melalui DLH dan aparat penegak hukum, harus bersikap pro aktif melihat persoalan seperti ini, karena ada dampak yang ditimbulkan.

“Sekarang kalau sudah ada dampak berarti perusahaan harus bertanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan,” katanya.

Lanjut, Direktur Pascasarjana Universitas Sulawesi Tenggara ini menjelaskan bahwa perusahaan yang melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup wajib diberikan tindakan dan saksi oleh pemerintah.

“Karena perusahaan sudah tidak memenuhi kewajibannya harus ada pemberian sanksi yang dilakukan pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup, termasuk kalau sudah meresahkan masyarakat itu sudah masuk ke ranah hukum,” lanjutnya.

Sebab kata dia, pembuatan atau pendirian Izin IPAL itu, merupakan persyaratan yang harus dipenuhi perusahaan.

“Jagan seenaknya saja perusahaan beroperasi tanpa mengikuti aturan perundang-undangan, karena Negara kita ini adalah negara hukum. Kalau mereka beroperasi tanpa mengantongi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan itu sudah jelas masuk kategori ilegal,” katanya.(*)

Kontributor: Ricky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here