PPNI Muna Kecam Penolakan Jenazah Perawat yang Terinveksi Corona di Semarang

0
803
PPNI Muna Kecam Penolakan Jenazah Perawat yang Terinveksi Corona di Semarang
Ketua DPD PPNI Kabupaten Muna, La Ode Arifin Kase, AMK., SKM. (Foto: Mi'rad/FB.Net)

MUNA, SULTRA – Merebaknya virus Corona atau Covid-19 saat ini membuat geger seantero dunia. Disaat seperti inilah tim medis menjadi benteng terakhir melawan coronavirus ini. Tak terkecuali di negara kita Indonesia.

Ada jutaan perawat tersebar di negeri ini “melayani sepenuh hati” salah satu kode etik perawat, bahkan mengesampingkan kepentingan pribadi demi kesembuhan seorang pasien.

Saat yang lain di rumah saja, perawat harus sigap berada pada barisan paling depan untuk melindungi negeri ini dari keganasan virus Corona ini.

Kurangnya Alat Pelindung Diri (APD) menjadi salah satu penyebab betapa rentannya perawat terhadap virus mematikan ini, mereka juga punya keluarga yang harus dipikirkan tapi semua itu dikesampingkan demi tugas mulia tersebut.

PPNI Muna Kecam Penolakan Jenazah Perawat yang Terinveksi Corona di Semarang

Dilansir dari kompas.com, ada 10 perawat di Indonesia mati akibat terpapar virus Corona. Meski begitu, stigmasi negatif terhadap perawat makin marak terjadi, diantaranya ketika pengusiran perawat dari kos yang di tempatinya, bahkan ada pula penolakan pemakaman jenazah perawat yang positif terinfeksi virus Corona di Semarang.

Disaat mereka bekerja dengan tekanan stres yang tinggi, stigmasi negatif tak terelakkan bahkan dianggap tidak manusiawi.

Menyikapi hal tersebut, pada Jumat (10/04/2020), DPP PPNI mengeluarkan sikap melalui siaran pers dan diunggah melalui akun Instagram @DPP_PPNI.

Saat dihubungi Sabtu (11/04/2020), Ketua DPD PPNI Kabupaten Muna, La Ode Arifin Kase, AMK., SKM mengatakan, mengecam keras tindakan tersebut.

“Semua sudah ada SOP-nya termasuk soal jenazah virus Corona ini,” ungkapnya.

Untuk itu, jika hal tersebut masih kembali terjadi, pihaknya akan mengambi langkah-langkah salah satunya menarik semua tenaga perawat di Kabupaten Muna.

“Disaat tugas mulia diemban pantaskah kita memperlakukan mereka (perawat) dengan cara yang tidak masuk akal, terima kasih tim medis, terimakasih perawat, kalian pahlawan negeri ini,” ucapnya.(*)

Kontributor: Mirad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here