Pilu! Usai Pilkada Muna, Puluhan Tenaga Honorer Diberhentikan

0
12171
Pilu! Usai Pilkada Muna, Puluhan Tenaga Honorer Diberhentikan
Nama-nama tenaga honorer Sat Pol PP Muna yang diberhentikan. (Foto: Ist)

MUNA, SULTRA — Pesta demokrasi yang belum lama dihelat di Kabupaten Muna pada 2020 lalu, seyogyanya menjadi momen bahagia dalam menentukan calon pemimpin, khususnya bagi para tenaga honorer.

Namun rupanya menjadi pilu bagi tenaga pengabdi pada instansi di lingkup Pemkab Muna, yang dianggap tidak sejalan dengan kehendak petahana.

Karena tidak sedikit dari jumlah mereka harus menelan pil pahit akibat dipecat (diberhentikan) sebagai tenaga honorer.

Sebaliknya, untuk para tenaga honor yang diduga searah tampak bebas tiada tekanan.

Mereka berani terang-terangan mengikuti setiap kampanye pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Muna, LM Rusman Emba-Bahrun Labuta (RE-BL) selaku incumbent.

Tanpa ada keraguan sedikitpun, bahkan kadang mangkir dari tugas tidak menjadi soal buat mereka yang searah.

Seperti yang terjadi di Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Muna dibawah komando Bahtiar. Dimana sebelumnya, diketahui ada 6 orang tenaga honorer yang diberhentikan. Dan ini juga terjadi pasca Pilkada dilakukan pemberhentian secara massal.

Sebanyak 37 orang diberhentikan sekaligus tersebut alasannya bahwa puluhan Pegawai Tidak Tetap (PTT) ini telah habis masa pengabdiannya di tahun 2021.

AA (inisial) yang tak lain adalah salah satu mantan tenaga honorer di lingkup Pemkab Muna mengisahkan pemberhentian dirinya sebagai tenaga honor pasca Pilkada.

“Saya dikeluarkan hanya karena pernah berkunjung ke salah satu rumah tetangga. Memang tetanggaku itu orangnya Pak Rajiun (Calon Bupati) rival LM Rusman Emba. Tapi apakah sudah tidak bisami kita kunjungi tetangga? Saya dikeluarkan tanpa surat teguran awal, tiba-tiba saja ada surat pemberhentian,” kisahnya pada awak media beberapa waktu lalu.

Dirinya yang sudah 13 tahun mengabdi sebagai tenaga honorer harus merasakan pil pahit lantaran diberhentikan. Bukan hanya itu, ada juga beberapa rekannya mengalami nasib yang sama dengannya.

Dicontohkannya seperti yang dialami RS, pria ini dikenal sangat tekun melaksanakan tugas namun tiba-tiba saja diberhentikan. Padahal persoalannya sepeleh, hanya karena ada laporan bahwa dia pernah terlihat ngobrol dengan kerabat yang masih satu lingkungan tempat tinggal dengannya, yang tak lain merupakan simpatisan rival petahana.

Ketekunan RS selama mengabdi bukannya mendapat apresiasi dari pimpinan, malah dirinya harus mengelus dada dan menerima kenyataan bahwa kini tidak lagi berstatus honorer di Sat Pol PP Kabupaten Muna.

Sementara itu sampai berita ini ditayangkan, belum ada penjelasan resmi dari Bahtiar. Saat dikonfirmasi melalui selulernya belum bisa terhubung.(*)

Kontributor: Ros

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here