Persuda Baniyau Bekerja Sama Dengan BUMKAM untuk Pemberdayaan Masyarakat

0
83
Persuda Baniyau Bekerja Sama Dengan BUMKAM untuk Pemberdayaan Masyarakat
Peternakan ayam petelur di Kandang Phau Distrik Waibu. (Akim/FB.Net)

SENTANI, PAPUA — Melakukan kerja sama dengan Badan Usaha Milik Kampung (BUMKAM) Perusahaan Daerah (Persuda) Baniyau mendorong pemberdayaan masyarakat dengan pembuatan kandang untuk peternakan ayam petelur bertempat di Kandang Phau Distrik Waibu, Jumat (02/10/2020).

Izak R. Hikoyabi, SE selaku Direktur Utama (Ditur) Persuda Baniyau kepada wartawan menjelaskan bahwa untuk pembuatan kandang ayam pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Kampung melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMKAM) untuk peternakan ayam petelur.

Ia mengakatakan untuk tahap awal pihaknya akan membangun kandang dan akan mengisi ayam petelur sebanyak 600 ekor lebih serta melakukan pendampingan sampai pada tahap ayam bisa bertelur.

“Untuk proses pemasaran menjadi tanggung kami dan pihak Badan Usaha Milik Kampung (BUMKAM) juga bisa menjual sendiri,” ungkapnya, Sabtu (03/10/2020).

Izak juga menjelaskan di masa pendemi Covid-19 yang belum diketahui kapan akan berakhir, namun langka tepat dan berani yang di ambil pemerintah kampung Sosiri merupakan sebuah keberanian

“Kami memberikan apresiasi kepada peternak ayam yang bermula dari 600 ekor maka pada tahap selanjutnya akan berkembang bisa sampai 1000 bahkan sampai dengan 3000 ekor ayam petelur,” jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa dari 600 ekor ayam di proyeksikan bisa menghasilkan 20 rak telur per hari Proyeksi Pendapatan 1 hari Rp 1.3 juta, satu bulan bisa Rp 39 juta, setahun Rp 468 juta.

Dalam penjelasannya Izak menggambarkan proyeksi ayam telur, sebagai berikut :
a. 1 hari 30 butir x 30 hari bisa dapat 900 butir x 12 bulan 12.800 telur.
b. 1 hari 20 rak x 30 hari 600 rak perbulan x 12 bulan terdapat 7.200 Rak telur.
c. 1 rak telur harga 65.000.
65.000 x 20 dapat 1.300.000 x 30 hari dapatkan 39.000.000 x 12 bulan maka kita dapatkan 468.000.000.

Izak menyampaikan proyeksi normal, dengan kerja keras, pengawasan yang optimal, pemberian pakan yang standar, dengan pemantauan kontinyu tidak ada efek terserang hama dan lain-lain. Namun selama masih dalam pengawasan pihaknya dapat memberikan yang terbaik.

“Kami berharap, setelah kami serahkan kepada BUMKAM, maka harus dijaga dengan baik, dan kami terus dampingi,” pungkasnya.

Kontributor: Akim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here