Pemda Adakan Pertemuan Terkait Kondisi Stabilitas Keamanan di Intan Jaya

0
199
Pemda Adakan Pertemuan Terkait Kondisi Stabilitas Keamanan di Intan Jaya
Kadis PMK Kabupaten Intan Jaya, Yaokim Mujizau. (Akim/FB.Net)

INTAN JAYA, PAPUA – Terkait dengan kondisi stabilitas keamanan dan kenyamanan di wilayah Kabupaten Intan Jaya, pemerintah daerah (Pemda) membuat beberapa kesepakatan bersama dengan berbagai pihak di Kantor Bupati Intan Jaya, Sabtu (03/10/2020).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat (Kadis PMK) Kabupaten Intan Jaya, Yaokim Mujizau mengatakan, sesuai hasil kesepakatan bersama TNI-Polri, Tokoh Masyarakat Adat, Tokoh Gereja, Tokoh Perempuan, dan Tokoh Pemuda.

Dalam pertemua tersebut, ada 10 poin yang disepakati bersama, yaitu:

1. Semua pihak agar memberikan akses penuh dan terbuka kepada tim investigasi untuk melakukan penyelidikan/penyidikan atas kasus meninggalnya Pendeta Yeremia Zanambani, agar terciptanya keterbukaan dan transparansi dalam penyelidikan kasus tersebut.

2. Pemerintah daerah, TNI-Polri, Tokoh dan Tokoh Masyarakat, bersinergi untuk memfasilitasi pemulangan masyarakat kampung Hitadipa yang mengungsi akibat gangguan keamanan dan akan memberikan jaminan keamanan dan bantuan sosial.

3. Pemerintah daerah (Bupati/Wakil Bupati) beserta jajarannya segera kembali ke tempat tugas untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya di Kabupaten Intan Jaya.

4. Pimpinan dan seluruh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Intan Jaya segera melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya di Kabupaten Intan Jaya.

5. Diminta kepada masyarakat agar berperan aktif menjaga keamanan di daerah masing-masing.

6. Pihak TPNPB-OPM/KKSB untuk dapat menahan diri dan/atau dengan tidak melancarkan serangan di dalam perkampungan masyarakat yang mengakibatkan jatuhnya korban masyarakat sipil.

7. Jajaran TNI/Polri bertindak profesional dalam tindakan penegakan hukum terhadap kelompok TPNPB-OPM/KKSB di wilayah Kabupaten Intan Jaya agar tidak menimbulkan korban jiwa dikalangan masyarakat sipil.

8. TNI-Polri mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat Kabupaten Intan Jaya dengan pendekatan yang humanis dalam rangka mendukung penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat.

9. Pihak-pihak yang tidak sejalan dengan pemerintah, dalam hal ini TPNPB-OPM/KKSB agar tidak melakukan ancaman dan tindakan-tindakan reprensif terhadap pegawai pemerintah, tukang bangunan, pedagang, kontraktor, tukang ojek dan masyarakat sipil lainnya baik putra daerah maupun bukan putra daerah.

10. Diminta agar TPNPB-OPM/KKSB tidak menggangu akses keluar masuk dari dan ke Kabupaten Intan Jaya baik melalui darat maupun udara.

Surat kesepakatan tersebut ditanda tangani oleh seluruh unsur yang hadir per tanggal 29 September 2020.

Semoga dengan adanya kesepakatan tersebut, kondisi stabilitas keamanan di Kabupaten Intan Jaya dapat kembali membaik dan semua elemen dapat bekerja sama mewujudkan harapan bersama.(*)

Kontributor: Akim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here