Muharam: Bupati Tak Seharusnya Angkat Bicara Karena Tak Berada di Tempat Kejadian

0
1478
Muharam: Bupati Tak Seharusnya Angkat Bicara Karena Tak Berada di Tempat Kejadian
Muharam. (Foto: Istimewa)

MUNA, SULTRA – Terkait pernyataan Bupati Muna di salah satu media daring lokal Sultra yang terkesan membela pelaku penganiayaan yang tak lain adalah seorang oknum kepala dinas (Kadis) kembali mendapat tanggapan dari korban, Muharam.

“Bupati Muna selaku pemimpin rakyat tak seharusnya angkat bicara soal kasus penganiayaan yang terjadi pada diri saya yang dilakukan oleh Kadis Perindag karena Bupati tidak berada di tempat kejadian,” kata Muharam kepada awak media ini pada Minggu (08/03/2020) lalu.

Menurutnya, sebagai warga Muna yang tinggal di Desa La Kapodo, Kecamatan Watuputih, sangat menyayangkan pernyataan Bupati yang menyebutnya manja dan tidak bisa membedakan mana dipukul mana dilerai dan bukti visum atau bekas pukul katanya tidak ada.

“Bicara hasil visum itu domain penyidik. Saya di visum berarti visum itu ada. Untuk mengetahui hasil visum itu urusan penyidik. Kenapa Bupati bicara visum tidak ada. Kok bupati tahu ada dan tidaknya visum saya. Saya yang merasakan dan hanya saya yang tahu dipukul, bukan bupati,” ketusnya.

Dikatakan Muharam, seorang Bupati harusnya memberi kedamaian dan pencerahan terhadap warga. Bukannya berbicara seperti ini, sebab masih banyak persoalan rakyat yang harus dituntaskan, bukan memberi informasi yang tidak benar di media.

“Tidak melihat langsung kejadian dan tidak berada di tempat saat kejadian, bagaimana menyimpulkan saya tidak dipukul tapi dilerai. Jadi Darmansya (Kadis Perindag) yang melerai ceritanya ini? Sementara saya yang dipukul dan berhadapan langsung dengan Darmansya,” tanya Muharam bernada heran.

“Negeri ini negeri hukum, tak ada orang yang kebal hukum. Mau pejabat publik ataupun bukan, yang namanya pelaku tindak pidana terbukti melakukan tindakan pidana kedudukannya sama di mata hukum. Kalau tidak melihat langsung dan tidak berada di TKP saat kejadian tak usah memberikan informasi bohong. Serahkan semuanya pada proses hukum,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Muna, AKBP Debby Asri Nugroho saat dikonfirmasi via WhatsAppnya mengatakan bahwa hasil visum itu domain penyidik.

“Saat ini masih pemeriksaan saksi saksi. Proses tetap berjalan,” pungkasnya.(**)

Kontributor: Ros

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here