Muharam: Amir Fariki Terlalu Kelebihan Pintar, Kubais Ketua KPU Rasa Timses

0
1816
Muharam: Amir Fariki Terlalu Kelebihan Pintar, Kubais Ketua KPU Rasa Timses
Jubir Paslon Bupati dan Wakil Bupati Muna LM Rajiun Tumada-H. La Pili (RAPI), Muharam. (Foto: Ist)

MUNA, SULTRA — Salah satu Juru Bicara (Jubir) Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Muna, LM Rajiun Tumada-H. La Pili (RAPI), Muharam mengatakan, sorotan Amir Fariki terhadap Wakil Ketua DPRD Kabupaten Muna dan Komisi I soal putusan pengadilan tentang perubahan nama Paslon Bupati Muna dari LM Rusman Untung ke LM Rusman Emba di salah satu media online tidak berdasar.

“Amir Fariki terlalu kelebihan pintar dan kelebihan cerdas. Sedang Ketua KPU Muna Kubais, Ketua KPU rasa tim sukses. Kubais menutup mata dan menganggap clear persoalan tersebut,” katanya pada sejumlah media di Muna, Sabtu (03/10/2020).

Dikatakan Muharam, Amir Fariki harus tahu bahwa Cahwan selaku Wakil Ketua DPRD punya kewenangan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap Dinas Catatan Sipil atas perbedaan identitas di KTP dan Ijazah seseorang yang digunakan untuk memberikan keterangan palsu yang menguntunkan diri sendiri.

“Perbedaan nama KTP-el dan Ijazah seseorang mesti putusan Pengadilan Negeri (PN), ini dimaksudkan untuk menguatkan bahwa nama yang tertulis di Ijazah dan KTP-el yang dimaksud adalah orang yang sama,” ujarnya.

Namun ironisnya, Rusman Emba ditetapkan sebagai pasangan calon sebelum ada putusan pengadilan sebagai bukti keabsahan berkas pencalonannya. Anehnya, sudah ditetapkan sebagai Paslon baru melakukan klarifikasi pada pihak-pihak terkait. Kemudian KPU mengumumkan dan dianggap clear.

“Ini kan lucu, Amir fariki selama ini kemana saja. Banyak persoalan di daerah ini yang harus anda soroti demi kemajuan Kabupaten Muna. Misalnya penimbunan laut Motewe yang mangkrak atau Kawasan Hutan Warangga yang rusak sebelum ada izin, dan masih banyak lagi. Tapi sebagai putra daerah yang cerdas, yang prihatin, yang peduli akan daerahnya kok cuma tidur saja,” ketus Muharam.

Muharam menegaskan, sidak yang dilakukan oleh DPRD sudah sesuai tupoksi, fungsi dan tugasnya. Jangan disoroti hanya karena kepentingan pribadi.

“Jelas-jelas identitas palsu dan memberikan keterangan palsu itu pelanggaran hukum. Selama ini Amir Fariki tutup mata, melihat kesewenang-wenangan yang terjadi di daerah ini,” tukasnya.(*)

Kontributor: Ros

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here