Marak Isu Pungli Pendaftaran Karyawan Papua Bandar Udara Kelas I, Benny: Ketika Ada Bukti Saya Siap Diproses

0
132

SENTANI, PAPUA – Asosiasi Karyawan-Karyawati Papua Bandar Udara Kelas I telah menyiapkan 300 tenaga kerja yang siap untuk dilatih, ini dilakukan usai mendapat kepercayaan dari Pemerintah Daerah (Pemda) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jayapura.

Namun dalam proses pendaftaran itu marak isu bahwa terjadi Pungli pada pembayaran yang dikeluarkan oleh beberapa peserta untuk diberikan kepada pihak Asosiasi dalam proses penerimaan kuota 300 tenaga kerja tersebut.

Ketua Asosiasi Karyawan-Karyawati Papua Bandara Udara Kelas I, Benny Y. Suebu saat dikonfirmasi membantah hal itu. Dikatakannya, jika ada administrasi keluar maka ada bukti dokumen yang lengkap dan sah dari pimpinan lembaga yang terdiri dari tanda tangan dan cap.

“Ketika ada pembicaraan tersebut, ada bukti bukti oktentik tidak? Dilengkapi cap dan tanda tangan tidak? Jika tidak ada, maka saya tidak tahu dan saya juga sudah berbicara hal yang sama kepada Polres dan Polda,” ungkap Benny pada sejumlah media, Senin (12/10/2020).

Sejauh ini, tegas Benny, Dokumen Asosiasinya sudah diserahkan kepada Polda dan Polres secara lengkap, sehingga dapat dipahami dan dijelaskan secara transparan bahwa lembaga yang dia pimpin jelas dan bekerja untuk kepentingan masyarakat.

“Hari ini di depan wartawan saya mengatakan bahwa ketika ada bukti dokumen yang jelas bahwa saya yang menerima, tanda tangan dan juga ada cap, maka saya siap untuk di proses di meja hukum,” tegasnya.

Selaku Ketua Asosiasi Karyawan-Karyawati Papua Bandara Udara Kelas I, Benny pun menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan dan siap melepas sebanyak 300 tenaga kerja tersebut untuk Basic Aviation Security (AVSEC) yang akan di sekolahkan oleh Pemda di Politeknik Papua.

“Saat ini saya sedang mempersiapkan untuk melepas anak anak Papua dan Non Papua di Pulau Papua, hal ini untuk kepentingan 15 Bandara Udara yang sudah terlepas dari Kementerian Perhubungan, di bawah pengawasan Angkasa Pura I Jakarta yang telah melakukan MoU dengan Bupati Kabupaten Jayapura,” jelasnya.

Dikatakannya pula bahwa pihaknya fokus pada penyiapan tenaga kerja resmi yang sekolah sesuai dengan tempatnya agar dapat bekerja secara profesional mengamankan Bandar Udara yang ada di Papua dan Papua Barat.

“Di dalam aturan Kementerian mereka akan berlatih dan belajar selama 21 hari, tetapi hal tersebut akan secara terperinci ditetapkan dan diatur oleh Politeknik Papua,” kata Benny.

Jadi, tandas Benny, tugasnya saat ini adalah merekrut, mempersiapkan mentalitas dan berbagai persiapan terkait para tenaga kerja tersebut agar dapat sekolah dengan resmi.(*)

Kontributor: Akim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here