LSM Gempur Melaporkan Beberapa Pejabat Keerom di Kejati Papua Terkait Dugaan Korupsi

0
290

JAYAPURA, PAPUA — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Gempur) Papua bersama beberapa LSM lainnya melaporkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom terkait indikasi penyalahgunaan kewenangan dan anggaran negara ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua, Kamis (17/09/2020).

Pantauan fokusberita.net, massa yang terdiri dari perwakilan LSM DPW Gempur Papua, DPC Gempur Keerom Kota dan Kabupaten Jayapura, LSM WGAB Papua, LSM FPPD Papua, LSM Barapen, LSM Geber, LSM PKN Kota Jayapura, LP3BH Manokwari, sudah berkumpul di Kejati Papua sejak pukul 09.00 WIT.

LSM Gempur Papua melaporkan beberapa pejabat di lingkungan Kabupaten Keerom terkait indikasi penyalahgunaan anggaran dengan total sebesar Rp 69.898.640.000, yang secara terperinci sebagai berikut :

1. Pembangunan 4 Puskesmas Afirmasi Program Jokowi yaitu : Puskesmas Kenandega Waris, Puskesmas Senggi, Puskesmas Ubrub dan Puskesmas Milky dengan total Rp 37.990.646.000.

2. Mark Up Pengadaan APD untuk Penanganan Covid-19 di Kabupaten Keerom senilai Rp 655.930.000.

3. Mark Up Pengadaan Termogun untuk Penanganan Covid-19 di Kabupaten Keerom senilai Rp 258.500.000.

4. Pembayaran Insentif Tim Gerak Cepat dan Tenaga Kesehatan RSUD dan Ruang Isolasi bulan April-Mei 2020 senilai Rp 580.000.

5. Penyalahgunaan dana Covid-19 yang berasal dari refocusing anggaran APBD Pemerintah Kabupaten Keerom yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku dan tanpa melalui mekanisme yang jelas senilai Rp 30.143.500.000.

6. Pertanggung Jawaban fiktif Bendahara Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom untuk Dana Bantuan Operasional Kesehatan Puskesmas Waris senilai Rp 270.064.000.

Adapun pejabat yang dilaporkan adalah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom Dr. Rony Situmorang, Kepala Inspektorat Kabupaten Keerom Vincentius Jehadu, Kasubag Keuangan Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom Betty R. Panjaitan, Bendahara Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom Zulaiha, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Muh. Markum dan Bupati Kabupaten Keerom.

Sesuai dengan surat yang di masukkan, LSM Gempur Papua yang meminta untuk audiensi dan menyerahkan laporan langsung kepada Kepala Kejaksaan Tinggi tetapi karena terkait Pandemi Covid-19 pihak Kejati hanya meminta untuk 2 orang yg diperbolehkan bertemu untuk Audiensi.

Panji Agung Mangkunegoro selaku koordinator massa mengatakan bahwa dirinya ingin melibatkan beberapa Pimpinan LSM yang hadir dan media untuk sama-sama audiensi dan menyerahkan laporan agar proses yang berjalan dapat transparan tetapi pihak kejati menolak akan hal tersebut.

Sempat terjadi adu argumen di depan kantor antara pihak Kejati yang didampingi oleh Kepolisian Jayapura dengan massa pelapor hingga akhirnya sekitar pukul 15.00 WIT, massa aksi diizinkan masuk sebanyak 5 orang, dan media disediakan ruang tersendiri untuk jumpa pers.

Saat menemui wartawan di ruang kerjanya, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Pardi Muthalib SH mengatakan, setelah menerima laporan, selanjutnya akan dikaji dan menyusun langkah berikutnya.

“Jika laporan yang kami kaji terdapat indikasi kuat dan didukung dengan bukti bukti yang mendukung maka kita akan membentuk tim untuk langkah selanjutnya,” ujarnya, Kamis (17/09/2020).

Pardi juga menjelaskan bahwa pihaknya meminta waktu dalam mengkaji dan melakukan langkah-langkah dalam proses ini dalam waktu yang belum dapat ditentukan.

Disisi lain Panji saat jumpa pers setelah penyerahan laporan mengatakan bahwa pihaknya memohon restu dan doa dari masyarakat Keerom agar proses ini dapat berjalan dengan baik dan pihaknya tidak akan mundur untuk terus memperjuangkan hak-hak .asyarakat di Kabupaten Keerom terkhusus para tenaga kesehatan.

Costantina Sisiliah Patipeme, SKM selaku Kepala Puskesman Senggi yang turut hadir menyampaikan rasa terima kasih kepada LSM Gempur Papua dan pihak lainnya yang terus semangat memperjuangkan kebenaran dan membantu pihaknya, sehingga nantinya diharapkan masyarakat bisa merasakan dampak yang sesungguhnya.(*)

Kontributor: Abdul Mutakim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here