KRI dr. Soeharso-990 Bantu Evakuasi WNI Diamond Princes ke Lokasi Observasi di Pulau Sebaru Kecil

0
103
KRI dr. Soeharso-990 Bantu Evakuasi WNI Diamond Princes ke Lokasi Observasi di Pulau Sebaru Kecil
WNI Diamond Princes dievakuasi ke lokasi observasi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta. (Foto: Istimewa)

KEPULAUAN SERIBU, JAKARTA – Kapal rumah sakit TNI AL dari jajaran Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmada II KRI dr. Soeharso-990, kembali mendukung proses evakuasi WNI yang bekerja sebagai ABK di kapal pesiar. Setelah World Dream, giliran 69 ABK Diamond Princess yang dievakuasi menuju lokasi observasi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Sebagaimana diberitakan oleh berbagai media, ke-69 WNI tersebut tiba di Bandara Internasional Kertajati di Majalengka pada Senin (02/03/2020) dini hari. Pemerintah akhirnya mengevakuasi mereka dari Yokohama, Jepang dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia setelah sebelumnya ada opsi menggunakan kapal laut.

Usai disemprot dengan cairan disinfektan oleh petugas kesehatan, seluruh ABK diberangkatkan dengan empat buah bus milik RSPAD Gatot Subroto menuju Pelabuhan PLN di Indramayu. Selanjutnya dari Indramayu mereka menumpang KRI dr. Soeharso yang akan mengantar menuju Pulau Sebaru Kecil sebagai lokasi observasi. Sama halnya dengan WNI dari Wuhan dan ABK World Dream, mereka akan menjalani masa observasi selama 14 hari.

Sebelumnya pada tanggal 26 Februari 2020 KRI dr. Soeharso lebih dulu membantu evakuasi 188 ABK World Dream di Selat Durian, Kepulauan Riau. Dalam kegiatan evakuasi tersebut, TNI AL mengerahkan empat kapal perang lainnya, yakni KRI Cut Nyak Dien-375, KRI Clurit- 641, KRI Krait -872 dan KAL Marapas, serta 2 buah sea reader.

Dalam upaya penanganan para ABK pasca transfer dari kapal pesiar, KRI dr. Soeharso telah siap dengan berbagai fasilitas pendukung seperti Ruang Observasi yang berada di deck B dan C. Juga ada ruang isolasi khusus bilamana ada ABK yang terindikasi terpapar Covid-19 selama masa observasi. Sedangkan untuk melindungi crew kapal maka sirkulasi udara antara dek ruang observasi dan isolasi dipisah dengan dek crew kapal dan anggota Satgas.

Pada sisi lain untuk menjaga kondisi psikologis para ABK, kapal rumah sakit TNI AL ini juga dilengkapi dengan sarana olahraga dan hiburan, juga pendampingan dari personel Dinas Psikologi TNI AL yang siap memberikan mereka berbagai permainan interaktif untuk mengisi waktu.

Laporan: Nov/Pen2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here