Ketum AP2 Sultra: Mencopot Kapolda Bukanlah Solusi Terbaik

0
2019
Ketum AP2 Sultra: Mencopot Kapolda Bukanlah Solusi Terbaik
Ketum AP2 Sultra, Roman bersama anggota. (Foto: Ricky/FB.Net)

KENDARI, SULTRA – Maraknya perbincangan tentang polemik konten vidio viral terkait masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China belakangan ini membuat Ketua Umum Aliansi Pemuda Pelajar (AP2) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), angkat bicara.

Menurutnya, upaya mencopot Kapolda Sultra bukanlah solusi terbaik untuk mencegah virus Corona. Seharusnya kata dia, seluruh elemen pemuda di Sultra dapat bersama-sama mendukung usaha pemerintah dan kepolisian dalam mencari solusi.

Ketua Umum AP2 Sultra, Roman saat ditemui di salah satu tempat di Kota Kendari mengatakan, dalam rangka pencarian solusi terkait Corona atau (Covid-19), harusnya ada kesadaran masyarakat dari semua kalangan untuk melakukan tindakan pencegahan penyebaran virus Corona di wilayah Sultra.

“Kita tidak bisa menyikapi virus Corona dengan menyalahkan instansi atau oknum, dan kemudian bagaimana caranya agar kita tidak menyalahkan salah satu pihak atau instansi dalam pemberantasan virus Corona tersebut, jadi saya rasa bukan solusi,” ucapnya.

Roman menilai, Kapolda Sultra telah memberikan pernyataan yang sangat ‘gentleman’. Ia juga berpendapat, dalam rangka untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat yang tetap kondusif, maka langkah yang dilakukan oleh Kapolda Sultra dengan menindak pelaku penyebar konten vidio kedatangan TKA asal China sudah tepat.

“Kapolda mungkin tidak bermaksud untuk kemudian membuat masyarakat Sulawesi Tenggara terhanyut dalam bahaya virus Corona. Jadi saya kira patut kita garis bawahi, yang harus kita lakukan adalah bagaimana mencegah wabah virus Corona ini,” katanya.

Diungkapkannya, pemberitaan yang sedang viral menyoroti Kapolda karena telah mengeluarkan ‘statement’ yang berbeda dengan pernyataan Kanwil Kemenkumham pun tampaknya sudah ‘clear’.

“Persoalan adanya lembaga-lembaga yang menyikapi virus Corona Sultra, saya rasa mereka juga punya hak dan masing-masing memiliki penilaian tersendiri terhadap penyebaran virus Corona yang saat ini lagi viral,” ungkapnya.

Atas nama keluarga besar AP2 Sultra, ia berharap agar masyarakat yang berdomisili di wilayah Provinsi Sultra tidak perlu panik dan tidak saling menyalahkan dalam menyikapi berbagai berita terkait adanya bahaya Covid-19 ini.

“Lagi-lagi kita harus berpikir dewasa, berpikir sehat untuk menyelesaikan masalah, tidak harus menjatuhkan dan menyalahkan instansi atau pihak lain. Marilah kita bersama-sama memikirkan solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Dewan Pembina AP2 Sultra, La Ode Hasanuddin Kansi menduga, isu Corona yang makin viral saat ini tidak menutup kemungkinan dapat dipolitisasi atau ditunggangi oleh kepentingan pihak lain.

“Kenapa Kapolda yang disoroti, WNA ini kan produk imigrasi. Untuk itu, kami dari lembaga AP2 Sultra akan melakukan aksi akbar mendesak Menteri Hukum dan HAM RI untuk segera mencopot jabatan Kepala Imigrasi Kendari, Kabid, serta Kasi yang membidangi Keimigrasian,” tutupnya.(*)

Kontributor: Ricky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here