KBPM Kecam Keputusan Bupati Konsel Soal Penghapusan Asrama Mahasiswa

0
411
GPM Kecam Keputusan Bupati Konsel Soal Penghapusan Asrama Mahasiswa
GPM saat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Konsel, Selasa. (Ricky/FB.Net)

KONAWE SELATAN, SULTRA — Keluarga Besar Pemuda  dan Mahasiswa (KBPM) Konawe Selatan menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bupati dan DPRD Konsel, mengecam keputusan Bupati Surunuddin Dangga soal penghapusan Asrama Mahasiswa.

Dalam demonstrasi, massa nyaris bentrok dengan kelompok orang yang diduga preman bayaran. Mereka mencoba mengacaukan gerakan tersebut saat massa aksi hendak menemui Bupati Konsel.

Sementara Bupati Konsel Surunuddin Dangga yang berada di kantornya enggan menemui massa aksi. Demikian pun juga Anggota DPRD tak ada satupun yang berhasil ditemui.

Ketua Umum Gerakan Pemuda Marhaen (GPM) Konsel, Rendi Tabara SH yang turut hadir dalam aksi tersebut mengaku kecewa lantaran Bupati dan Anggota Dewan Konsel tidak menemui para pendemo.

“Kami bertandang di Rujab dengan maksud menemui Bupati guna melakukan hering, namun kami disambut dengan sekelompok terduga preman bayaran karena Bupati tidak ingin menemui semua massa aksi. Dia hanya ingin menemui lima orang saja,” ujarnya.

Rendi mengungkapkan kekecewaannya karena Bupati Konsel menolak pembangunan asrama mahasiswa di Kota Kendari.

Padahal, pada aksi jilid satu, Bupati sudah bertanda tangan bersama Ketua DPRD yang disaksikan seluruh masyarakat dan stakeholder, namun belakangan Bupati menolak pembangunan asrama tersebut.

“Aksi kami tidak ditunggangi politik Pilkada. Persoalan asrama ini disuarakan bukan hanya kali ini, tetapi sejak pertama Konsel berdiri. Perjuangan kami adalah murni tanpa kepentingan apapun selain kepentingan realisasi asrama mahasiswa Konsel,” ungkap Rendi.

“Ini menggores perasaan kami setelah aksi kami dituding ditungganngi oleh elit politik dan kemudian asrama pun ditolak oleh Bupati Konsel,” tambahnya.

Pihaknya bersama KBPM berjanji akan turun melakukan aksi jilid tiga untuk kembali meminta Bupati Surunuddin Dangga dan DPRD Konsel bertanggung jawab atas penolakan pembangunan asrama mahasiswa Konsel di Kota Kendari.

“Kami tidak akan pernah mundur karena perjuangan kami adalah murni tanpa ada kepentingan lain apalagi politik,” tegasnya.

“Saya ingatkan, yang mencoba menggiring gerakan kami didalam ranah politik, siapa pun dia, bagaimanapun model dan bentuknya, dia adalah lawan kami,” tandasnya.(*)

Kontributor: Ricky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here