Kang Mas Agus Milano: Jadi Driver Ojol Kuncinya Harus Selalu Sabar Hadapi Penumpang

0
172
Kang Mas Agus Milano: Jadi Driver Ojol Kuncinya Harus Selalu Sabar Hadapi Penumpang
Driver Ojol, Agus Milano. (Mudiri/FB.Net)

CIREBON, JAWA BARAT – Pandemi Covid-19 masih belum berakhir, bekerja jadi driver ojek online (Ojol) pilihan terakhir Agus Milano untuk mencukupi kebutuhan hidup istri dan anaknya sehari-hari.

Bapak 32 tahun ini setiap hari memulai aktivitasnya berangkat pagi, pukul 08.00 WIB. Dan pulang pukul 22.30 WIB.

Lokasi tempat ia mangkal mengais rezeki setiap hari di kawasan Ps.Cipeujeh Sindang Laut Cirebon.

Agus mengaku sebelum bekerja di Ojol pernah bekerja jadi karyawan harian di salah satu mall di Cirebon Kota.

Karena gaji yang ia terima sangat minim dan signifikan, akhirnya Agus terpaksa mengundurkan diri.

Sejak itulah, Agus Milano gabung mengabdi sebagai deriver Ojol. Ia mengaku dari hasil menarik Ojol sebelum pandemi sangatlah lumayan, sehari bisa mengantongi Rp200 ribu, bahkan mencapai Rp300 ribu.

“Sekarang sih di masa pandemi Covid-19 sangat sulit, boro-boro Rp200 ribu, Rp100 ribu aja susah,” ungkapnya ketika ditemui fokusberita.net, di Ps. Cipeujeh Sindang Laut Cirebon, Sabtu (02/01/2020).

Diakuinya, di tengah pandemi seperti saat ini penghasilan jadi menurun, untuk mendapatkan penghasilan Rp100 ribu bersih baginya sudah cukup lumayan.

“Saat ini paling sehari dapat Rp80 ribu itu belum dipotong makan dan uang bensin artinya dapat sehari segitu masih kotor,” tambahnya sembari menunggu orderan masuk.

Bapak satu anak asal Pemalang Jawa Tengah ini mengaku walau berbagai rintangan dan ujian dihadapinya, ia harus tetap semangat, tidak mudah putus asa demi anak istri, karena prinsipnya yang memberi rezki semua makhluk hidup di dunia ini adalah Allah SWT.

“Dan kita sebagai manusia bekerja jadi driver Ojol harus selalu sabar, berdoa jangan mudah putus asa. Kita harus benar-benar sabar terutama menghadapi penumpang agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ucapnya.

Dia pun berharap kepada teman-teman seprofesi khususnya para Ojol harus selalu sabar. Utamaya di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

“Kalau pelayanan kita baik dan sabar rezeki akan datang dengan sendirinya, begitu sebaliknya kalau kita tidak baik dan tidak sabar pada penumpang maka secara otomatis dampaknya ke kita pribadi dan juga akan berpengaruh pada perusahaan Ojol,” tutup Agus sambil menghidupkan kendaraanya untuk berangkat karena dapet orderan. (*)

Kontributor: Mudiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here