Jelang Pilkada Serentak 2020, RAPI Kukuhkan 818 Saksi TPS

0
460
Jelang Pilkada Serentak 2020, RAPI Kukuhkan 818 Saksi TPS
Paslo RAPI kukuhkan 818 saksi TPS di bilangan Jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Laende, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna. (Foto: Ist)

MUNA, SULTRA – Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020, Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Muna, LM. Rajiun Tumada dan H. La Pili (RAPI) mulai membentuk saksi pemenangan yang akan bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Sebanyak 818 orang saksi pemenangan di TPS dikukuhkan di Markas besar (Mabes) Pemenangan RAPI di bilangan Jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Laende, Kecamatan Katobu, Kamis (26/11/2020).

Rencananya pasca dikukuhkan, para saksi tersebut akan diberikan pembekalan yang dijadwalkan selama tiga hari sebelum menjalankan tugasnya di TPS.

Diketahui, 818 saksi RAPI ini akan ditugaskan di 409 TPS yang ada di Kabupaten Muna, dimana satu TPS bakal ditempatkan dua orang saksi yang telah dimandat.

Kepada sejumlah media, LM. Rajiun Tumada mengungkapkan, 818 orang saksi ini hadir dari seluruh wilayah yang ada di Kabupaten Muna. Mereka diharapkan bisa menjadi energi bagi Tim Paslon RAPI untuk memenangkan Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

Para saksi RAPI yang bertugas di TPS ini nantinya akan dibantu oleh Satgas dan relawan yang stand by di luar TPS.

“Jangan ragu, ikuti aturan sesuai prosedur, kita ikuti aturan saja. Kalau ada hal-hal kecurangan yang dilakukan kelompok-kelompok yang sengaja merusak tatanan demokrasi di Kabupaten Muna, hanya ada dibawah tangan saksi lah yang bisa membuktikan kebenaran,” ujar mantan Kasatpol PP Sultra ini dihadapan 818 saksi disela pengukuhan di Mabes RAPI, Kamis (26/11/2020).

Untuk itu, Rajiun mengharapkan kepada seluruh saksi RAPI yang akan bertugas di TPS agar benar-benar menjaga tegaknya demokrasi di Bumi Sowite.

Bupati defenitif pertama Kabupaten Muna Barat (Mubar) ini pun mengungkapkan bahwa dari data yang dihimpun, terdapat DPT siluman di Kabupaten Muna. Jumlahnya sekitar 10 ribuan dan diduga akan memilih pada 9 Desember nanti.

“Jadi ini harus dijaga, dan itu hanya bisa dijaga pada saat penyaluran C6-KWK, dan pastikan bahwa orang yang datang di TPS apakah benar-benar orang yang bersangkutan atau orang-orang yang sudah berulang kali memilih, ini harus dijaga,” tegasnya.

“Insha Allah saya akan berikan penguatan kepada bapak ibu sekalian, yang menentukan majunya Kabupaten Muna. Kalau ingin Muna bangkit, Insha Allah ada di tangan bapak ibu sekalian,” tandasnya.(*)

Kontributor: Ros

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here