JAI Sultra Soroti PT. Merbau, DLH : Jika 14 Hari Tidak Urus IPAL Kami Beri Sanksi

0
326
JAI Sultra Soroti PT. Merbau, DLH : Jika 14 Hari Tidak Urus IPAL Kami Beri Sanksi
Direktur JAI Sultra, Firman SH. (Foto: Istimewa)

KONAWE SELATAN, SULTRA — PT. Merbaujaya Indahraya yang berada di Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menuai sorotan dari berbagai pihak lantaran hingga kini belum memiliki izin Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Direktur Jaringan Advokasi dan Independen (JAI) Sultra, Firman SH juga turut angkat suara. Menurut dia, perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kepala sawit tersebut diduga melanggar aturan terkait pengolahan limbah pabrikan.

“Jika mengacu kepada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Pasal 1 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH) bahwa Setiap Usaha dan atau Kegiatan wajib memiliki UKL-UPL,” ujarnya, Rabu (10/06/2020).

Berita Terkait: PT. Merbau Urus IPAL Tak Diberi Batas Waktu, Ombudsman Sultra: DLH Lemah

Selain itu, lanjutnya, dalam Permendagri RI Nomor 67 Tahun 2012 juga dijelaskan bahwa Gubenur dan Bupati/Walikota wajib melaksanakan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).

“Berdasarkan aturan ini sudah sangat jelas perusahaan perkebunan ini melanggar aturan. Saat ini, Pemkab Konsel juga sangat diperlukan untuk menindak perusahaan-perusahaan nakal yang tidak mengikuti aturan,” lanjut Firman.

Selain tak memiliki izin IPAL, ungkap Firman, perusahaan tersebut sampai hari ini belum merealisasikan plasma yang sudah disepakati saat pertama melakukan sosialisasi di masyarakat.

Berita Terkait: Praktisi Hukum Duga Ada Pembiaran dari Pemerintah Terkait PT. Merbau

Oleh karena itu, dia berharap pemerintah menindak tegas PT. Merbau yang belum mengantongi izin IPAL dan dugaan penipuan atas pengelolaan plasma yang sampai hari ini belum direalisasikan.

“Saya berharap pemerintah bisa fokus dan konsisten dengan bertindak tegas. Bila perlu ditutup kalau terbukti bersalah,” harapnya.

Berita Terkait: PERADI Sultra Usulkan PT. Merbau Ditutup

Sementara itu, terkait PT. Merbau yang tak memiliki IPAL dibenarkan oleh Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Konsel, Riswan Mangidi ST.

Ia mengungkapkan perusahaan tersebut terbukti tidak memiliki izin IPAL dari Lembaga pengelola dan penyelenggara Online Single Submission (OSS).

“Kami mendatangi perusahaan itu melakukan pemeriksaan dan menemukan perusahaan itu belum mengantongi izin IPAL dari lembaga OSS yang telah dipercayakan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Berita Terkait: Selain Bau Limbah, DLH Temukan Tak Ada IPAL Dikantongi PT. Merbau

Berdasarkan hal tersebut, lanjutnya, DLH Konsel telah melakukan langkah antisipatif dengan mendesak PT. Merbau untuk segera melengkapi izin yang dimaksud kepada pihak yang berwenang.

Berita Terkait: PT. Merbau Belum Kantongi IPAL, Walhi Sultra: Pemerintah Harus Berani Cabut Izinnya

“Kita sudah buat suratnya. Dalam surat itu kita desak untuk segera mengurus izin IPAL-nya dalam jangka waktu 14 hari. Jika tidak diindahkan, kami akan memberikan sanksi berupa teguran. Tadi saya sudah kirim suratnya melalui pesan WhatsApp dan fisiknya Insya Allah besok sudah dikirim,” terang Riswan Mangidi.(*)

Kontributor: Ricky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here