Hauling di Jalan Umum, Sekjen Konutara Kecam Tindakan PT. ST Nickel Resources

0
239
Hauling di Jalan Umum, Sekjen Konutara Kecam Tindakan PT. ST Nickel Resources
Sekjen Konutara Muhammad Gilang Anugrah bersamapembina sekaligus penasihat Konutara Hendro Nilopo. (Foto: Julianto Jaya Perdana/FB.Net)

KENDARI, SULTRA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Konsorsium Nasional Pemantau Tambang dan Agraria (Konutara), Muhammad Gilang Anugrah merasa geram dan mengecam tindakan yang dilakukan oleh PT. ST Nikel Resources.

Pasalnya, disaat masyarakat sedang dihebohkan dengan virus Corona, perusahaan tambang yang terindikasi beroperasi di Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe ini justru mencuri kesempatan untuk ‘Hauling’ (Mengangkut) dengan menggunakan jalan umum.

“Saya geram melihat tingkah laku PT. ST Nickel ini, saat masyarakat lagi fokus tinggal di rumah guna menghindari Covid 19, eh malah mereka cari-cari kesempatan Hauling pakai jalan umum,” ucap pria yang akrab disapa MGA ini kepada Fokusberita.net saat ditemui di Sekretariat Aliansi Masyrakat Peduli Hukum (AMPUH) Sultra, Sabtu (21/03/2020).

Lanjut dari itu, MGA juga meminta kepada pihak Kepolisan Daerah (Polda) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sultra agar tidak hanya menutup mata, serta dapat mengambil langkah tegas secara hukum.

“Kejadian ini jangan dibiarkan terus-menerus, jadi kami meminta kepada Polda Sultra dan Dishub provinsi untuk mengambil langkah tegas dan memproses secara hukum,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, pembina sekaligus penasihat Konutara Hendro Nilopo mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh pihak PT. ST Nickel Resources yang memakai jalan umum sebagai jalur ‘Hauling’ tersebut dinilai telah melanggar aturan perundang-undangan.

“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang jalan, pada Pasal 1 angka 5 disebutkan bahwa,¬†jalan umum¬†adalah jalan yang diperuntukkan bagi lalu lintas umum, dan Pasal 1 angka 6 disebutkan, jalan khusus adalah jalan yang dibangun oleh instansi, badan usaha, perseorangan, atau kelompok masyarakat untuk kepentingan sendiri,” ucapnya.

Disebutkan pula, pengangkutan ore nikel seharusnya tidak menggunakan jalur umum, melainkan memakai jalan khusus karena kegiatan tersebut merupakan kepentingan usaha PT. ST Nickel Resources itu sendiri.

“Aktifitas pengangkutan ore nickel tersebut menggunakan armada truk yang banyak dengan aktifitas yang intens dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga akan menganggu lalu lintas umum dan dapat merusak badan jalan atau ruang manfaat jalan,” sebutnya.

Hendro menilai, tindakan yang dilakukan oleh PT. ST Nickel Resources tersebut merupakan pelanggaran yang harus diproses secara hukum.

Menurut Hendro, sikap dan ‘statement’ yang dikeluarkan oleh Sekjen Konutara adalah langkah yang bijak. Ia pun mengapresiasi langkah MGA untuk melakukan ‘pressure’ penyelesaian atas tindakan PT. ST Nickel Resources.

“Saya sangat mendukung langkah-langkah yang akan di tempuh oleh Sekjend Konutara Muhammad Gilang Anugrah, dalam rangka mempresure persoalan tersebut dan saya akan pasang badan jika ada oknum yang kemudian ingin mengusik tujuan mulia pak Sekjen Konutara,” pungkas Hendro Nilopo.(*)

Reporter : Julianto Jaya Perdana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here