Gubernur AAL Berangkatkan Lattek Dikkol Taruna AAL Tingkat II Korps Marinir

0
156
Gubernur AAL Berangkatkan Lattek Dikkol Taruna AAL Tingkat II Korps Marinir
Gubernur AAL melepas keberangkatan 24 Taruna AAL tingkat II angkatan ke-67 Korps Marinir. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, JATIM — Gubernur Akademi Angkata Laut (Gubernur AAL) Laksamana Muda TNI Edi Sucipto, S.E., M.M, melepas keberangkatan 24 Taruna AAL tingkat II angkatan ke-67 Korps Marinir yang akan melaksanakan Latihan Praktek Pendidikan Komando (Lattek Dikko) angkatan ke-164 dengan upacara militer di lapangan Resimen AAL, Bumimoro, Surabaya, Jawa Timur (Jatim) Jumat (26/06/2020).

Hadir dalam upacara tersebut Wagub AAL Brigjen TNI (Mar) Endi Supardi, S.E, serta pejabat utama AAL, pelatih dan pengasuh Taruna.

Dalam amanatnya Gubernur AAL Laksamana Muda TNI Edi Sucipto, S.E., M.M menyatakan latihan pendidikan komando, merupakan salah satu program latihan bagi para Taruna Tingkat II Korps Marinir Angkatan ke-67 yang telah ditetapkan dalam kurikulum pendidikan dan program pelaksanaan pendidikan AAL.

Lattek ini lanjutnya, bertujuan memberikan bekal kemampuan dan keterampilan dasar komando kepada Taruna secara perorangan maupun kelompok dalam situasi pertempuran aspek darat, laut dan kondisi khusus.

“Selama kurang lebih 77 hari ke depan, 24 Taruna AAL Tingkat II AAL Korps Marinir akan melaksanakan 5 tahap latihan yang meliputi tahap dasar komando, tahap kemampuan dan ketahanan di laut, tahap pertempuran hutan, tahap gerilya lawan gerilya dan tahap lintas medan mulai dari Jambu, Sempol, Kluncing, Tegal Ampel, Baderan, Cisentor (Argopuro), Bremi, Klakah, Ngepung, Bromo, Nongko Jajar, Purwosari, Pandaan, Sumput dan Gunungsari Surabaya,” ungkap Gubernur AAL, Jumat (26/06/2020).1

Sedangkan sasaran yang ingin dicapai dalam Lattek Dikko ini, agar para Taruna Tingkat II Korps Marinir memiliki keterampilan untuk mengatasi berbagai rintangan alam maupun buatan yang dihadapi dalam pertempuran, memiliki kemampuan teknik dan taktik bertempur satuan kecil di daerah rawa maupun daerah berhutan/gunung.

Melaksanakan tugas-tugas khusus secara perorangan maupun kelompok di bawah kondisi yang tidak menguntungkan, serta memiliki kemampuan dalam menerapkan taktik gerilya maupun lawan gerilya.

“Saya berpesan kepada para Taruna agar dapat mengaplikasikan teori-teori yang telah didapat di kelas sebagai modal awal dalam melaksanakan latihan ini, terutama dalam hal mengendalikan anak buah dan menyelesaikan berbagai persoalan, khususnya pada situasi medan yang menantang dan cuaca yang berubah-ubah,” pesan Gubernur AAL.

Oleh karena itu, pesannya, selama melaksanakan latihan agar para Taruna mengutamakan keselamatan dan keamanan personel serta material dalam pelaksanaan latihan, ciptakan zero accident, faktor kehati-hatian, ketelitian, kecermatan dan kedisiplinan harus benar-benar diperhatikan dengan baik.

“Siapkan mental dan fisik dengan baik agar mampu dalam menghadapi berbagai macam kegiatan dan problem latihan, gelorakan dan kembangkan semangat berlatih, serta laksanakan tugas latihan dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab,” terangnya.

Pemimpin AAL ini juga mempercayakan kepada Palaklat dan Pelatih untuk melatih para Taruna agar lebih meningkatkan pengetahuan dan kemampuan profesinya serta melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya.

“Tingkatkan purba jaga demi keamanan dan keselamatan personel dan material, hindari hal-hal yang dapat merugikan masyarakat setempat serta jaga sikap dan perilaku di daerah latihan,” pungkasnya.(*)

[TIM]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here