Foto Bersama Ucapan Selamat, Kades Mentosari Tak Gunakan Masker

0
239
Foto Bersama Ucapan Selamat, Kades Mentosari Tak Gunakan Masker
Suasana pelantikan Sekdes Mentosari, Senin. (Fajar/FB.Net)

BATANG, JATENG — Pandemi Covid-19 saat ini masih merebak dan pemerintah tengah gencar-gencarnya melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, namun disisi lain masih ada pihak yang lupa untuk mematuhi, salah satunya penggunaan masker.

Kepala Desa (Kades) Mentosari, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang sempat menjadi sorotan para tamu undangan yang hadir pada acara pengambilan sumpah jabatan Sekertaris Desa (Sekdes), pada Senin (23/11/2020), lantaran lupa menggunakan masker saat sesi pemotretan.

Padahal, dalam sambutanya Kades Mentosari, Suwaji memberikan imbauan kepada warga tentang protokol kesehatan dan menyampaikan bahwa saat ini di Kecamatan Gringsing masuk zona merah, demikianpun dengan Desa Mentosari.

Selain itu, pada kesempatan yang sama, Kades Mentosari mengingatkan tugas-tugas Sekdes.

“Tugas njenengan adalah membantu Kepala Desa di bidang administrasi, tapi jangan macam-macam. Mas Eko harus meninggalkan molimo, jangan melanggar hukum dan harus siap 24 Jam melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

“Saya juga titip pesan kepada semua Ketua RT untuk tetap laksanakan protokol kesehatan karena Mentosari masih jalur merah,” sambungnya.

Ia pun berharap pemerintahan Desa Mentosari bisa semakin baik dengan adanya Sekdes yang baru.

“Semoga dengan adanya Sekdes definitif Desa Mentosari menjadi semakin baik jangan sampai sebaliknya mengalami kemunduran,” harapnya.

Seperti diketahui, sebelum proses dilantiknya Eko Nugroho sebagai Sekdes Mentosari sempat beredar isu panas dikalangan masyarakat bahwa Kades Mentosari diduga menerima uang kurang lebih sebesar Rp200 juta untuk jabatan Sekdes definitif.

Digoyang dengan isu atau kabar dugaan telah menerima uang tersebut, Kades Mentosari, Suwaji membantah dirinya tidak pernah menerima uang sepeserpun.

“Demi Alloh demi Rasul saya tidak menerima uang sepeserpun dan dari siapapun, saya sadari inilah resiko sebagai seorang pemimpin, harus memiliki gulu bengawan ati segoro yang berarti harus sabar dan siap menerima tuduhan maupun kabar miring dari siapapun yang tidak suka dengan diri saya,” tegas Suwaji, mantan purnawirawan anggota Polri ini. (*)

Kontributor: Fajar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here