Dugaan Pungli SMKN 1 Miri Sragen Resmi di Lapor Wali Murid ke Polda Jateng

0
142
Dugaan Pungli SMKN 1 Miri Sragen Resmi di Laporkan Wali Murid ke Polda Jateng
Dugaan Pungli SMKN 1 Miri Sragen dilapor ke Polda Jateng. (Foto: Istimewa)

SEMARANG, JATENG – Setelah diadakan rapat sosialisasi informasi sekolah di gedung IPHI Miri, SMKN 1 Miri Kabupaten Sragen, dengan wali murid Kelas 10, pada Selasa 25 Februari 2020 disebutkan sumbangan sukarela disertai pernyataan adalah hal yang keliru, apalagi disebutkan pemilihan nominal angka secara tertulis.

Kini Warsito salah satu wali murid SMKN 1 Miri Sragen resmi melaporkan dugaan pungli yang di lakukan oknum Komite dan pihak SMKN 1 Miri.

Laporan ini tertuju kepada Kapolda Jateng Irjen Pol Dr. H. Rycko Amelza Daniel, M.Si, di Jalan Pahlawan Nomer 1 Kota Semarang. Isi laporan tersebut perihal dugaan pungli uang gedung dan seragam SMKN 1 Miri sejak 2018/2019, yang disinyalir merugikan masyarakat Rp2,4 miliar.

Dalam melaporkan ini, Warsito didampingi Sugiyanto dari LSM Lidikkrimsus RI dan LPKSM Putra Lawu Rois Hidayat dan beberapa awak media, surat tersebut diterima di ruang Setum Polda Jateng, Kamis (5/3/2020). https://youtu.be/6lL4wpaN_kk

Selain itu isi surat juga disebutkan biaya yang di tentukan sekolah di papan nama proyektor, dengan berbagai pilihan bagi siswa yang mampu yakni Rp3,5 Juta, 3 Juta dan 2,5 Juta.

Sedangkan bagi siswa yang tidak mampu Rp2 Juta, 1,5 Juta dan 1 Juta. Sarno selaku Kasek juga memberi arahan agar membayar di tengah-tengah yakni Rp 1,5 juta.

Uang dari wali murid pembayaran melalui Agustina. Sementara untuk jumlah siswa keseluruhan laki-laki ada 916 anak dan perempuan 425 anak, hingga total keseluruhan 1441 siswa.

Jika dikalkulasi praktik dugaan pungli ini, menurut Warsito sejak tahun 2017 hingga 2019 sekitar Rp 2.161.500.000.

Saat dikonfirmasi di basemant parkir Polda Jateng, Warsito di dampingi Sugiyanto dari LSM Lidikkrimsus RI menyampaikan visinya kedepan, yakni ingin sekolah khususnya di Kabupaten Sragen tingkat SMK/SMA tidak ada lagi Pungli.

“Kami berharap Pungli tidak ada lagi di sekolah, khusunya Sragen yang saat ini memang diduga marah Pungli,“ harapnya saat ditemui wartawan, Kamis (05/03/2020).

Saat ditanya harapan kedepan, Warsito ingin SMKN 1 Miri segera ditindak sesuai hukum yang berlaku. Dia katakan hukum tetap berjalan agar ada efek jera bagi para oknum kepala sekolah.

Ketika ditanya tentang analogi kesamaan dan perbedaan Pungli dan korupsi, Warsito berujar Pungli dan korupsi adalah sama yakni perbuatan jahat. Namun dia menimpali Pungli lebih kejam dari perbuatan korupsi.

“Kalau pendapat saya korupsi itu kejam, tapi pungli sangat kejam dari kejahatan lainnya, karena yang di pungli adalah masyarakat tidak mampu,“ pungkas warsito.

Laporan: AWPI/PPWI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here