Diduga Lecehkan Profesi Wartawan, Kepala Kantor PP Maju Jaya Dipolisikan

0
256
Diduga Lecehkan Profesi Wartawan, Kepala Kantor PP Maju Jaya Dipolisikan
Lima Wartawan saat melaporkan pelecahan profesi Jurnalis di Mapolda Sultra. (Foto: Istimewa)

KONAWE SELATAN, SULTRA – Sebanyak lima wartawan polisikan Kepala Kantor PP. Maju Jaya yang bergerak di bidang Penyosohan Beras yang terletak di Desa Amoito Siama, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (12/04/2020).

Lima wartawan tersebut yakni Afdal wartawan Sultrakini.com, Ricky Fokusberita.net, Abdilah Kumparan.com, Dion Kulo Pedia SCTV Kendari dan Juli Rakyatposonline.com. Mereka melaporkan Kepala Kantor PP Maju Jaya bernama Teo di Mapolda Sultra atas pernyataan yang diunggah di status WhatsAppnya bertuliskan ‘Ngakunya Wartawan, tapi LSM semua, ya biasa sekam lagi yang mw di goreng beritanya’.

Padahal sebelumnya, kelima wartawan tersebut hanya ingin mengkonfirmasi atas keluhan masyarakat terhadap bau sekam (kulit padi) yang sudah lama berada ditepi lorong tersebut, yang bersumber dari perusahaan.

Salah satu wartawan bernama Afdal menceritakan kronologinya. Sekitar pukul 11.30 Wita, dia bersama teman wartawan menemui masyarakat Desa Amoito Siama dan masyarakat Sindang Kasih untuk meminta tanggapan terhadap penyimpangan sekam disepanjang tepi jalan dan lorong yang dihasilkan perusahaan.

Dari hasil keterangan masyarakat yang dihimpun media, terdapat ada beberapa masyarakat yang pro dan kontra terhadap penyimpanan sekam yang ada di tepi jalan.

Seperti yang diungkapkan salah satu masyarakat Sindang Kasih yang terdampak bau tak sedap berinisial EM mengaku sangat tidak senang atas penyimpanan sekam di tepi lorong dan kemudian menghasilkan aroma bau tak sedap setiap melewati penyimpanan sekam tersebut.

“Kalau dampaknya memang kami sangat rasakan seperti aroma bau tidak sedap akibat dari penyimpanan sekam, sehingga kami meminta agar ditampung lebih jauh lagi jaraknya antara jalan,” kata dia, Senin (13/04/2020).

Sementara itu, sebagian masyarakat lagi saat berupaya dikonfirmasi mengaku beruntung atas adanya sekam tersebut, sehingga menambah mata pencarian masyarakat.

PP. Maju Jaya saat ditemui di lorong penampungan sekam melalui Mandor PP Maju Jaya Indra mengatakan, sekam tersebut disimpan dibeberapa titik di tepi jalan dan lorong berdasarkan permintaan masyarakat.

“Ya itu sesuai dengan permintaan masyarakat sendiri untuk diturunkan di titik-titik tersebut,” katanya.

Namun saat ditanya terkait apakah perusahan Maju Jaya memiliki gudang penampungan tersendiri, Indra enggan menjawab pertanyaan tersebut.

“Bah ini lain lagi dari pembahasan, intinya sekam yang diturunkan tersebut sesuai permintaan masyarakat dan tidak ada hubungannya dengan perusahaan jika ada bau yang diakibatkan dari penyimpan sekam tersebut,” ucapnya.

Setelah mendapatkan keterangan tersebut, kelima wartawan kemudian meninggalkan tempat. Saat di tengah perjalanan, tiba-tiba masuk hasil screenshot dari sebuah status Kepala Kantor PP Maju Jaya itu.

Atas dasar itulah kemudian kelima wartawan melaporkan Teo di Mapolda Sultra, karena dinilai melecehkan nama baik wartawan.

Wartawan lainnya, Ricky menambahkan saat turun ke lapangan, dirinya dan keempat temannya menggunakan atribut atau tanda pengenal media masing-masing.

“Saat kami turun di lapangan kami semua menggunakan atribut dan tanda pengenal bahwa kami dari media, yang kedua bahwa kami dengan tegas membantah kepala kantor yang mengatakan kami bermaksud menggoreng berita, sementara kami bermaksud untuk konfirmasi agar hasil dari pemberitaan itu berimbang,” katanya.(*)

TIM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here