Cerita Petani Desa Lerepako: Lebih Baik Cium Aroma Racun Daripada Limbah Perusahaan

0
653
Cerita Petani Desa Lerepako: Lebih Baik Cium Aroma Racun Daripada Limbah Perusahaan
Aktivitas perusahaan kelapa sawit PT Merbaujaya Indahraya tampak terlihat dari Desa Lerepako. (Foto: Ricky/FB.Net)

KONAWE SELATAN, SULTRA – Sejumlah petani di Desa Lerepako, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), juga mengaku resah dengan limbah PT Merbaujaya Indahraya yang kerap menimbulkan aroma tak sedap yang tercium hingga ke area persawahan mereka, bahkan lebih baik mereka mencium aroma racun dari pada aroma perusahaan.

Salah satu petani setempat inisial LA mengeluhkan limbah tersebut sudah berlangsung sejak akhir tahun kemarin. Ketika berada di sawahnya bau busuk kerap tercium.

“Yang paling parah kalau malam, kalau angin dari arah sana (perusahaan), kita tidak bisa tinggal disini, saya lebih baik pulang,” keluhnya ditemui awak fokusberita.net di sawahnya, Rabu (13/05/2020).

Ia mengungkapkan sejak awal bau busuk yang diduga dari perusahaan sawit itu kerap membuatnya merasa mual.

Berita Terkait : Warga Laeya Konsel Keluhkan Bau Limbah Pengolahan Kelapa Sawit PT Merbaujaya Indahraya

“Awal-awalnya saya rasakan baunya sakit kepala seperti mau muntah, lebih baik saya cium bau racun, dari pada itu bau sekali,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan petani inisial JA bahwa bau busuk tersebut sangat terasa pada pagi dan sore hari. Kondisi ini sudah dirasakannya sehari-hari setiap beraktivitas di sawah.

Berita Terkait : Masalah Bau Limbah PT Merbaujaya, DPRD Konsel Turun Tangan

JA yang juga salah satu anggota Kelompok Tani di Desa Lerepako ini berujar bukan hanya dirinya yang mengeluhkan bau tersebut, namun juga dikeluhkan oleh para petani dari desa tetangga.

“Setiap hari saya rasakan baunya saat pergi ke sawah, baunya kayak bau tai, sudah banyak teman teman petani yang mengeluh terutama petani yang dari Desa Rambu-Rambu,” tandasnya.(*)

Tonton Videonya Disini :

Kontributor: Ricky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here