BKPRMI Bersama LPPTKA Jakarta Utara Gelar Festival Anak Sholeh Indonesia ke-XI di JIC

0
187
BKPRMI Bersama LPPTKA Jakarta Utara Gelar Festival Anak Sholeh Indonesia ke-XI di JIC
Acara Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) ke-XI di JIC Jakarta Utara. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) bersama Lembaga Pendidikan dan Pengembangan TK Alquran (LPPTKA) Jakata Utara, menggelar acara Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) ke-XI di Jakarta Islamic Center (JIC) Jakarta Utara.

Kegiatan yang sangat positif sebagai ajang pembinaan anak-anak tunas bangsa ini dibuka oleh Sekretaris Kota (Seko) Jakarta Utara Desi Putra, Minggu (08/03/2020).

Hamiduddin, selaku pengasuh LPPTKA BKPRMI Jakarta Utara menyampaikan, sangat mengapresiasi kegiatan FASI ini sebagai ajang belajar dan juga penanaman kepercayaan diri sejak dini.

“Kegiatan FASI ini adalah sebagai ajang silaturahmi dan juga peningkatan perestasi bagi anak-anak agar kedepannya secara kualitas dapat meningkat,” katanya.

Selanjutnya Direktur LPPTKA BKPRMI Jakarta Utara, Abdul Kadir Al-Bantani mengatakan, FASI pada kali ini diikuti oleh sekitar 1.000 anak soleh se Jakarta Utara.

Dalam kegiatan Festival Anak Sholeh Indonesia ke-XI antara lain diadakan lomba busana muslim, lomba mewarnai, lomba azan, lomba tartil Alquran, lomba nasyid Islami, lomba pergaan Salat, lomba cerdas cermat, lomba ceramah agama, lomba tilawah Alquran, lomba tahfidz Juz Amma, lomba mendongeng, dan lomba kaligrafi.

“Pada kesempatan ini saya menyampikan apresiasi kepada penyelangara FASI semoga anak-anak ini dapat maju pada tinggkat provinsi dan mendapat juara,” ujar Abdul Kadir.

Sekertaris Kota, Desi Putra pada sambutannya mengatakan, kegiatan yang saat ini digelar sangat baik karena mempersiapkan mereka untuk kemudian hari, kegitan ini memberikan peningkatan kepada anak-anak, pertama adalah pengetahuan, selain pengetahuan yang perlu diberikan adalah keterampilan, dan yang terakhir adalah perilaku.

“Saya yakin anak sholeh ini sikap perilakunya sudah diajarkan dari awal, jadi gak perlu diberikan lagi, hanya kita perlu menggarisbawahi, memberikan pemahaman-pemahaman karena di era teknologi ini semua bisa dilihat tinggal bagaimana iman kita kuat apa tidak,” pungkas Desi.

TIM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here