Berhentikan Karyawan Secara Sepihak, CV. Multi Media Kendari Dilapor ke Disnaker Sultra

0
1677
Berhentikan Karyawan Secara Sepihak, CV. Multi Media Kendari Dilapor ke Disnaker Sultra
Nurlan Pagala saat mendatangi kantor CV. Multi Media Kendari. (Foto: Istimewa)

KENDARI, SULTRA – Kebijakan perusahaan CV. Multi Media Kendari memberhentikan salah seorang karyawannya Ibrahim Achmad secara sepihak dilaporkan ke Dinas Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat 20 Maret 2020 lalu.

Hal tersebut disampaikan Nurlan Pagala selaku pihak yang diberi kuasa untuk membantu Ibrahim Ahcmad kepada media ini, Kamis (26/03/2020).

Dalam keterangannya bahwa Ibrahim Ahcmad mulai dipekerjakan tanggal 13 Desember 2016 sampai 31 Januari 2020 berdasarkan kontrak kerja dengan jabatan Servis (Tekhnisi) di perusahaan Multi Media.

Namun pada tanggal 30 November 2019, Ibrahim Ahcmad diberhentikan tanpa alasan, padahal sesuai peraturan perusahaan yang telah disepakati dengan karyawan, sebelum dilakukan pemberhentian terlebih dahulu diberikan surat teguran atau surat peringatan.

Dia menilai pemberhentian tersebut melanggar perjanjian kontrak kerja antara perusahaan dan karyawan. Apalagi yang bersangkutan tidak mendapat pesangon dan uang penghargaan sesuai masa kerja yang telah diatur dalam peraturan perundang-undang ketenagakerjaan.

Sebagai pihak yang dikuasakan Nurlan menceritakan bahwa saat itu pada 19 Maret 2020 dirinya bahkan sudah pernah mendatangi Kantor Multi Media untuk melakukan klarifikasi terkait pemberhentian tersebut.

Kedatangannya diterima langsung oleh HRD CV. Multi Media Kendari Wa Ode Kartini. Hasil konfirmasi tersebut disampaikan bahwa Ibrahim Ahcmad diberhentikan karena kontrak kerjanya sudah berakhir.

“Benar Ibrahim Ahcmad bekerja sebagai karyawan di tempat ini tapi sudah diberhentikan pada Bulan November 2019 dengan alasan sudah berakhir kontraknya,” kata Nurlan menirukan ucapan Wa Ode Kartini, Kamis (26/03/2020).

Keesokan harinya, Jumat 20 Maret 2020, Nurlan kembali mendatangi kantor CV. Multi Media untuk meminta bipartit (musyawarah) namun pihak perusahaan tidak mau menemuinya.

Menurut Nurlan, alasan tersebut tidak tepat karena aktivitas karyawan dan konsumen Multi Media masih tetap ramai dan secara langsung masih bertatap muka seperti biasanya.

“Andaikan toko tersebut tutup tidak ada aktivitas jual beli seperti biasa maka kami akan menerima alasan untuk tidak bipartit atau musyawarah. Sehingga inilah dasar kami melaporkan CV. Multi Media ke Disnakertrans Provinsi Sultra pada tanggal 20 Maret 2020,” tutupnya.(*)

Reporter: Julianto Jaya Perdana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here