Bangun Karakter Siswa Dengan Suri Teladan Seorang Guru

0
182

SURABAYA, JATIM — Pembelajaran kepada peserta didik di masa pandemi Covid-19 sedikit terhambat, pasalnya hingga menginjak akhir bulan ke dua tahun pelajaran baru 2020/2021 belum juga terlaksana pembelajaran tatap muka.

Satu langkah kebijakan pemimpin SMK KAL-1 melasanakan pembekalan pendidikan karakter dengan tema ‘Pemahaman karakter siswa guna mewujudkan jati diri generasi millenial Indonesia berbasis Pancasila’ digelar di Ruang Praktek Siswa (RPS) SMK KAL-1, Selasa (18/08/2020), melibatkan seluruh guru wali kelas serta staf dengan pembicara tunggal Drs. Koestantono, M.Pdi., M.A.P dari Akademi TNI Angkatan Laut Surabaya.

Kepala SMK KAL-1 Letkol Laut (KH) Drs. Ambar Kristiyanto, M.Si mengharapkan kepada seluruh guru wali kelas agar mengikuti seminar dengan seksama sebagai bekal dalam kesehariannya melaksanakan pembelajaran secara PJJ/Daring serta dalam melasanakan Patroli Pembelajaran Daring yang menjadi program sekolah guna memastikan dapat terlaksananya program kurikulum selama masa pandemi Covid-19.

Pembekalan Pendidikan Karakter secara Virtual dibuka oleh Ketua Pengurus Yayasan YTH) Hang Tuah Cabang Surabaya Drs. SD Seputra, S.K.M.,M.M.

Mengawali sambutannya Kapeng YHT mengingatkan latar belakang dilaksanakan seminar ini adalah isi Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional, yang menegaskan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Yang bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia serta berilmu, cakap, kreaktif mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggumg jawab. Selaras hal tersebut diatas bahwa Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) perlu diinformasikan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di luar sekolah agar menjadi budaya dan karakter bangsa serta jati diri sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya.

Secara jelas dalam Undang-UndangNo. 20 tahun 2003 memiliki tujuan pendidikan menengah kejuruanan secara umum adalah (a) meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik kepada Tuhan Yang Maha Esa; (b) mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi warga negara yang berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis dan bertanggung jawab; (c) mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki wawasan kebangsaan, memahami dan menghargai keanekaragaman budaya bangsa Indonesia; dan (d) mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup dengan secara aktif turut memelihara dan melestarikan lingkungan hidup, serta memanfaatkan sumber daya alam dengan efektif dan efisien

Sedangkan tujuan khusunya: (a) menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan kompetensi dalam program keahlian yang dipilihnya; (b) menyiapkan peserta didik agar mampu memilih karir, ulet dan gigih dalam berkompetensi, beradaptasi di lingkungan kerja dan mengembangkan sikap profesional dalam bidang keahlian yang diminatinya; (c) membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni agar mampu mengembangkan diri di kemudian hari baik secara mandiri maupun melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi; dan (d) membekali peserta didik dengan kompetensi-kompetensi yang sesuai dengan program keahlian yang dipilih.

Drs. Koestantono, M.Pdi., M.A.P selaku pembicara tunggal dari Akademi TNI Angkatan Laut Surabaya secara panjang lebar telah menyampaikan beberapa pandangan tentang pembentukan siswa berkarakter khususnya di lingkungan SMK KAL-1.

“Dalam pembentukan karakter siswa tentunya para guru harus lebih dahulu mengenali perilaku siswa dan dalam kesehariaanya para guru tersebut harus mampu menjadi suri teladan yang baik bagi siswanya” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur (Jatim) Ir. Wahid Wahyudi, MT membagi tiga pendidikan karakter secara terpusat, meliputi pendidikan karakter dalam keluarga. Dalam hal ini orang tua harus bisa menjadi sosok panutan si buah hati serta orang tua harus mengikuti tantangan zaman dimana karakter generasi milenial saat ini.

Kemudian pendidikan karakter di sekolah, yang secara umum orang tua siswa lebih mengutamakan pengasuhan pendidikan karakter selama jam sekolah serta yang terakhir adalah pendidikan karakter di masyarakat yang merupakan gabungan dari masyarakat peduli pendidikan, bisa dari alumni, komite sekolah, dunia usaha dan industri, komunitas seni dan budaya, organisasi masyarakat. Dengan demikian tugas sekolah dan pemerintah mensinergikan potensi sumber daya keluarga dan masyarakat untuk pendidikan karakter.

Laporan: Yht/Dar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here