Ampuh Sultra Pertanyakan Kelanjutan Kasus Direktur PT. Rosini Indonesia

0
235
Ampuh Sultra Pertanyakan Kelanjutan Kasus Direktur PT. Rosini Indonesia
Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo. (Foto: Istimewa)

KENDARI, SULTRA – Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra), Hendro Nilopo mempertanyakan kelanjutan proses hukum Pimpinan PT. Rosini Indonesia yang diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sultra pada 28 Juni 2019 lalu.

Hendro Nilopo merasa aneh, sebab pasca Direktur PT. Rosini Indonesia ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penyalahgunaan izin pelabuhan Jetty serta melakukan usaha atau kegiatan tanpa izin lingkungan, kasus tersebut seperti lenyap tanpa kejelasan.

Padahal seingatnya, Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt saat dikonfirmasi oleh salah satu media di Sultra kala itu pernah menyampaikan bahwa Direktur PT. Rosini akan dijerat Pasal 299 UU 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran dan Pasal 109 UU No. 32 Tahun 2009 Lingkungan Hidup serta Pasal 299 tentang pembangunan dan operasional terminal khusus tanpa izin dari Menteri dipidana paling lama 2 tahun.

“Ampuh Sultra berharap kepada penegak hukum agar tidak ada ‘main mata’ terhadap kasus ini. Kasus ini harus diusut sampai tuntas agar kita percaya bahwa penegakan supremasi hukum di Bumi Anoa ini betul-betul dijalankan sesuai amanat undang-undang yang berlaku,” ujarnya ditemui awak Fokusberita.net di Sekretariat Ampuh Sultra, Kamis (05/03/2020).

Pria yang akrab disapa Don HN ini juga mengatakan, ketika kasus ini tidak dilanjutkan dengan alasan yang tidak jelas, maka pihaknya yang tergabung dalam Ampun Sultra akan bertandang ke Polda Sultra untuk mempertanyakan perkembangan kasus tersebut.

“Kami yang tergabung dalam Ampuh Sultra akan turun bertandang di Mapolda Sultra mempertanyakan perkembangan kasus dugaan kejahatan pelayaran dan lingkungan yang diduga dilakukan oleh Direktur PT. Rosini Indonesia,” pungkasnya.(*)

Reporter: Julianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here