ADD Beberapa Bulan Belum Cair, Kades Andoolo Utama Ancam Demo

0
1690
ADD Beberapa Bulan Belum Cair, Kades Andoolo Utama Ancam Demo
Kades Andoolo Utama, Suyanto. (Arna/FB.Net)

KONAWE SELATAN, SULTRA — Kepala Desa (Kades) Andoolo Utama, Kecamatan Buke, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) mempersoalkan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) lantaran sampai dengan hari ini belum dituntaskan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

Suyanto selaku Kades sangat kecewa, bahkan dirinya akan menggelar aksi demonstrasi apabila nantinya dalam waktu dekat ini honor para aparat desa yang bersumber dari ADD tersebut, tidak dituntaskan.

“Jadi begini, honor Kepala Desa, KU dengan semuanya yang ada di desa itu sudah tujuh bulan belum cair. Baru-baru ini sudah ada pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) dari Pemerintah. Honor dengan semuanya itu baru hanya tiga bulan. Sementara masih tersisa empat bulan, jadi dikemanakan uang itu,” ujarnya ditemui Fokusberita.net di kantornya, Senin (19/10/2020) kemarin.

Padahal, sambung Suyanto, dana tersebut sudah ada namun belum juga diberikan ke Pemerintah Desa. Minimal ada pemberitahuan melalui rapat umum di instansi Bappeda supaya diketahui penyebab penundaan cairnya anggaran tersebut.

“Kaya Desa Andoolo Utama ini, kasian setiap hari berkantor, terus honornya mereka berapa? Untungnya saya tambahkan lewat PAD, lebih besar dari uang negara. Jadi Andoolo Utama ini gajinya sebesar Rp 1 juta lebih,” ucapnya.

Penundaan honor para aparat, ungkap Suyanto, bukan saja terjadi di Desa Andoolo Utama, namun seluruh desa yang ada di Kabupaten Konsel. Hal ini diakibatkan lambannya pencairan ADD tersebut.

“Jadi seharusnyakan tujuh bulan tapi baru cair yang tiga bulan yakni Januari Februari, Maret. Sedangkan April, Mei, Juni belum terbayar. Ditambah lagi untuk bulan Juli, Agustus, September, dan sekarang sudah masuk bulan Oktober. Empat bulan ini juga belum terbayar uangnya. Ini bagaimana? Padahal uang itu sudah masuk di APBD,” keluhnya.

Menyikapi hal ini, Suyanto pun menegaskan bakal menggelar aksi demonstrasi besar-besaran untuk menpertanyakan perihal penundaan pencairan ADD tersebut oleh Pemda Konsel.

“Nanti Desa Andoolo Utama yang pimpin demonya. Kalau kemarin-kemarin saat rapat saya tidak berani karena ada Bupati, Kadis, Camat dan ada dari Provinsi, namun sekarang saya tidak akan takut lagi karena ini hak kepala desa. Kenapa harus takut,” tegasnya.

Kata dia, ini sangat berbahaya jika tidak disikapi dengan cepat. Ditambah lagi saat ini bertepatan dengan momen Pilkada. Dikhawatirkan ADD tersebut disalah gunakan.

“Kenapa mau momen Pilkada baru dihambat-hambat, padahal dulu (ADD) tidak pernah dihambat di Konsel. Ini bukanlah uang sedikit, coba bayangkan jika satu desa ADD-nya sekitar 50 juta atau lebih atau bahkan ada yang 100 juta per desa. Kemudian coba kalikan dengan 338 desa, berapami itu bunyinya uang tersebut,” tandasnya.(#)

Kontributor: Arna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here