Ada Indikasi, Salah Seorang Komisioner KPU Muna Pasang Badan Terkait Lolosnya Berkas RE

0
1062
Ada Indikasi, Salah Seorang Komisioner KPU Muna Pasang Badan Terkait Lolosnya Berkas RE
LO Pasangan RAPI, Muhammad Rahman. (Foto: Ist)

MUNA, SULTRA — Publik dibuat bertanya-tanya perihal adanya perbedaan identitas dari Calon Bupati La Ode Muhammad Rusman Emba sebagai nama yang tertera dalam Keputusan KPU Kabupaten Muna Nomor: 252/PL.02.3-Kpt/7403/KPU-Kab tentang Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Muna Tahun 2020 dengan nama La Ode Muhammad Rusman Untung sebagaimana nama La Ode Muhammad Rusman Emba S.T sebelum adanya putusan pengadilan nomor register perkara 20/PDT.P/2020/PN Raha.

Menurut LO Pasangan RAPI, Muhammad Rahman, nama yang dipakai pada SK (Surat Keputusan) penetapan tersebut tidak sah. Karena sebelumnya namanya Rusman Untung. Nanti ada putusan pengadilan baru Rusman Emba. Namun yang terjadi seolah tidak ada masalah hukum. Yang membuat publik bertanya-tanya adalah bagaimana verifikasi yang dilakukan oleh KPU Muna terkait masalah ini.

“Seharusnya terkonfirmasi bahwa nama yang berdasarkan hukum adalah La Ode Muhammad Rusman Untung, karena putusan pengadilannya tanggal 24 September 2020. Namun dalam Keputusan KPUD Kabupaten Muna Nomor: 252/PL.02.3-Kpt/7403/KPU-Kab tentang Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Muna Tahun 2020 tertanggal 23 September 2020 nama yang ditetapkan adalah La Ode Muhammad Rusman Emba S.T. Ini aneh,” tegas Rahman.

Perihal skandal ini, LO Tim RAPI sudah bersurat resmi ke KPU Muna. Namun penjelasan yang didapat bukannya memberikan informasi yang clear, malah membuat permasalahan berbelit-belit. Terlebih terkesan memprovokasi.

“Kami sudah bersurat. Namun KPUD Muna tidak mau memberikan penjelasan soal isi berita acara klarifikasi. Padahal itu bukan dokumen yang dikecualikan. Malah KPUD Muna melalui Kubais menyatakan agar melakukan sengketa yang notabene kadaluarsa. Agak provokatif, namun kami memaklumi,” ujar Rahman.

Rahman bergeming bahwa ada indikasi salah seorang Komisioner KPU Muna pasang badan terkait kasus ini. Karena seolah identitas Rusman Untung aman-aman saja. Hal ini akan memperburuk iklim demokrasi di Muna. Masyarakat akan menilainya.

“Jangan karena perbuatan seorang oknum untuk membela Rusman Untung, seluruh penyelenggara di cap tidak netral. Ini sangat merusak. Tentu akan mempengaruhi kepercayaan masyarakat dan merusak demokrasi di Muna. Masyarakat bisa menilai semuanya. Jangan coba-coba lagi bermain licik dihadapan masyarakat,” pungkasnya.(*)

Kontributor: Ros

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here