22 Siswa SMKS Kelautan Raha Berhasil Dipulangkan, Wali Siswa: Terima Kasih Pak Rajiun

0
913
22 Siswa SMKS Kelautan Raha Berhasil Dipulangkan, Wali Siswa: Terima Kasih Pak Rajiun
Kepala SMKS Kelautan dan Perikanan Raha, La Halisi (kopiah hitam) dan wali siswa sedang melakukan video call dengan Rajiun Tumada. (Foto: Istimewa)

MUNA, SULTRA – LM Rajiun Tumada atas nama pribadi dan keluarga besar Masyarakat Pecinta Rajiun (MPR) berhasil memfasilitasi kepulangan 22 pelajar SMKS Kelautan dan Perikanan Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang telah mengikuti praktek kerja industri di Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Meski para pelajar ini sempat terkatung-katung kepulangannya lantaran pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Pati, Jateng. Akhirnya mereka bisa sampai di Kota Raha, Kabupaten Muna.

Kepulangan 22 pelajar tersebut disambut tangis haru oleh orang tua/wali siswa, dan MPR. Kedatangan mereka diterima langsung oleh Kepala SMKS Kelautan dan Perikanan Raha, La Halisi.

Ke 22 pelajar SMKS Kelautan dan Perikanan Raha, Kabupaten Muna, Provinsi Sultra ini berasal dari beberapa wilayah yang berbeda. 17 siswa dari Kabupaten Muna, 2 Kabupaten Mubar Barat (Mubar), 2 Kabupaten Buton Utara (Butur) dan 1 siswa dari Kabupaten Buton Tengah (Buteng).

Para pelajar tersebut, juga mendapatkan biaya transportasi sebagai ongkos kembali ke kediaman masing-masing.

Salah satu wali siswa, Narti menyampaikan ucapan terima kasih kepada LM Rajiun Tumada melalui MPR nya, yang telah berhasil membantu kepulangan anaknya hingga tiba dengan selamat di kampung halamannya.

”Terima kasih kepada Bapak Rajiun yang sudah membantu kepulangan anak kami, bersukur sekali anak kami sudah sampai di Raha sini,” ucapnya bercampur haru, Kamis malam (21/05/2020).

Bukan itu saja, kemurahan hati LM Rajiun Tumada diapresiasi oleh Kepala SMKS Kelautan dan Perikanan Raha La Halisi.

“Terima kasih banyak kepada Bapak Rajiun Tumada. Melalui relawan MPR berhasil membantu memulangkan anak-anak kami. Aksi kemanusiaan ini sangat membantu sekali. Semoga ini bernilai ibadah,” ujarnya.

Sementara, LM. Rajiun Tumada melalui sambungan telephone WhatsAppnya mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian antara sesama manusia atas nama pribadi. Bukan atas nama Pemda Muna Barat.

“Saya merasa terpanggil ketika melihat informasi di media sosial. Makanya saya perintahkan teman-teman MPR segera menindaklanjuti ini. Saya kira ini adalah menjadi perhatian bagi kita semua agar adik-adik kita, anak-anak kita bisa kembali lagi di Kabupaten Muna,” kata orang nomor satu di Muna Barat tersebut.

Selain itu, sambung Rajiun, informasi itu juga diterima dari keluarganya yang berada di Muna Barat. Mereka meminta bantuan secara kekeluargaan agar anaknya dipulangkan ke kampung halaman dengan sehat.

Dalam video call itu Rajiun juga meminta kepada Kepala SMKS Kelautan dan Perikanan Raha agar melaporkan ke 22 pelajarnya ke Pemerintan Kabupaten Muna.

“Mengingat, para pelajar ini baru saja tiba dari perjalanan wilayah Surabaya, dimana daerah itu kita anggap masuk zona merah untuk segera dilakukan penanganan sesuai protap kesehatan penanganan Covid-19,” pungkas mantan Kasatpol PP Provinsi Sultra ini.(*)

Kontributor: Ros

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here